The Pamanca Movie; Seni Bela Diri Klasik Bugis Makassar, Hadirkan Aktor Papan Dunia

The Pamanca Movie; Seni Bela Diri Klasik Bugis Makassar, Hadirkan Aktor Papan Dunia

Kisah Rantau dan Abad Sebuah Tulisan
Mahathir Tak Mau disebut Menghina Orang Bugis
Pergi Haji Adalah Kebanggaan Orang Bugis

MAKASSAR, SUARADEWAN.com – Makassar semakin menjajaki dunia perfilman di Indonesia, setelah sukses dengan berbagai film seperti Uang Panaik, Silariang, Athirah, dan lain-lain, kini satu lagi garapan film yang diproduseri Pamanca The Movie Muhammad Basir menampilkan sebuah film yang bergenre action klasik.

Tak main-main, dalam tuturan Muhammad Basir mengatakan bahwa ia akan mengajak aktor beken action dari negeri bambu seperti Jackie Chan dan Jet Li untuk menyukseskan film tersebut. Dalam film yang Menurut Basir bergenre epik histori ini, akan  mengangkat kisah budaya bela diri tradisional masyarakat Sulawesi Selatan yang kini hampir terlupakan.

Khusus di Sulawesi Selatan, budaya bela diri yang ekstrem ini dikenal dengan sebutan Pamanca. Sehigga para pelakonnya, harus dibekali jurus silat, bahkan kadang mempertontonkan kekebalan dari senjata tajam. Film kolosal tersebut diharapkan bisa sekelas Lord of The Ring.

Meski, rencana hadirnya aktor papan dunia seperti Jet Li dan Jackie Chan dalam rumah produksi Rafindo Galesong tersebut, namun Basir tetap menggunakan putra-putra asli daerah Sulawesi Selatan sebagai aktor utama dalam film ini.

“Pemain lokal yang akan menjadi pemeran utama dan bermain bersama aktor papan atas Indonesia dan dunia,” ucap Basir, di Makassar, Senin (6/3).

Saat ini, kata Bashir, mulai dilakukan pencarian aktor dan aktris yang terlibat di Kabupaten Bulukumba, Bone, Kota Makassar, dan Parepare. Lokasi casting pun sengaja diperluas lantaran ingin mencari bibit pemain film lokal Sulawesi Selatan.

“Casting calon pemain lokal juga akan mulai kita lakukan. Lokasinya di Kota Makassar, Kabupaten Bulukumba, Kabupaten Bone dan Kota Parepare,” ucap dia.

Kekuatan film ini akan bertumpu pada cerita para tobarani (pemberani) pada masa tahun 1800-an atau masa penjajahan Belanda. Film tersebut juga akan mengandalkan efek visualisasi yang didukung teknologi terkini hingga penonton nanti bisa merasakan pengalaman menikmati film kolosal layaknya produksi luar negeri.

“Pamanca The Movie ini pastinya akan menjadi tontonan yang menghibur bagi masyarakat,” kata Den Raffi, nama akrabnya. (SD)

COMMENTS