Pakar Hukum Nilai Penggunaan Hak Angket KPK Sasar Pemerintah

Pakar Hukum Nilai Penggunaan Hak Angket KPK Sasar Pemerintah

Akbar Tanjung Menilai Kasus Setya Novanto Sangat Berbeda di Masa Periodenya
Setelah Sering Disebut dalam Skandal Korupsi Sejak 1999, Setya Novanto Akhirnya Jadi Tersangka untuk Pertama Kali
Ada Apa di Balik Usulan “AHOK GATE”?

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Penggunaan hak angket DPR kepada KPK dinilai tidak hanya akan melemahkan kinerja KPK dalam pemberantasan tindak pidana korupsi di tanah air. Namun, lebih daripada itu, hak angket tersebut dianggap sebagai sebuah serangan yang menyasar pemerintah.

Hal ini diungkapkan oleh pakar hukum pidana dari Universitas Trisakti Abdul Fickar Hajar. Ia pun mempertanyakan komitmen fraksi pendukung pemerintah yang ikut mendukung penggunaan hak angket KPK tersebut.

Baca juga  KPK Geledah Kantor Bea Cukai Terkait Kasus Suap Patrialis Akbar

“Kenapa fraksi pendukung pemerintah mendukung angket? Sasaran angket ini kan ke pemerintah,” ujarnya, di Jakarta, Sabtu (6/5/17).

Fickar menambahkan, penggunaan hak angket akan mengintervensi proses penegakan hukum yang sedang ditangani KPK yakni kasus e-KTP.

Baca juga  Saksi Korupsi E-KTP Terpilih Jadi Ketua Pansus, Ini Kata KPK

Ia melanjutkan, usulan hak angket diawali dari polemik kasus e-KTP terkait dugaan ancaman kepada mantan anggota Komisi II DPR dari Fraksi Hanura, Miryam S Haryani, oleh sejumlah anggota dewan.

“Artinya mau masuk juga ke wilayah itu (proses penegakan hukum e-KTP),” pungkasnya. (dd)

COMMENTS