oleh

Oposisi Kritik Erdogan, Anggota Parlemen Turki Saling Adu Jotos

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Aksi saling baku tinju dalam perkelahian pecah di dalam parlemen Turki pada Rabu (4/3) saat seorang anggota parlemen dari pihak oposisi berpidato.

Dalam pidatonya, oposisi ini menuding Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan tak menghormati tentara Turki yang tewas di Suriah. Sebagaimana diberitakan pada pekan lalu, 33 tentara Turki tewas dalam serangan yang dilakukan pasukan keamanan pemerintah Suriah di Provinsi Idlib.

banner 1280x904

Seperti dikutip dari Alarabiya, Kamis (5/3), sebuah video kericuhan tersebut berhasil didapatkan Reuters dari seorang sumber yang berada di lokasi. Dalam video itu, belasan anggota parlemen nampak bertengkar, beberapa orang naik ke meja dan melempar pukulan, sementara yang lainnya mencoba menghentikan keributan itu.

Engin Ozkoc, anggota parlemen dari partai oposisi, Partai Rakyat Republik (CH), menuding dalam sebuah konferensi pers dan kemudian berkicau di Twitter bahwa Erdogan tidak menghormati tentara Turki yang tewas pekan lalu.

Ozkoc juga menuding Erdogan tak bertanggung jawab karena mengirim tentara ke pusat konflik tanpa perlindungan udara.

Ketua Parlemen, Mustafa Sentop, mengutuk komentar anggota Parlemen kubu oposisi.

Kantor berita pemerintah, Anadolu, yang dikutip Kamis (5/3/2020), melaporkan para jaksa penuntut telah meluncurkan penyelidikan atas dugaan penghinaan terhadap presiden.

Anggota parlemen Turki saling baku hantam (5/3)

Sebelumnya diberitakan bahwa Presiden Erdogan yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP)—partai berkuasa—menuai kecaman dari masyarakat Turki di media sosial. Musababnya, dia membuat lelucon yang tak pantas perihal kematian para tentara Turki dalam konflik di Idlib.

Erdogan membuat lelucon dalam pertemuan dengan wakil-wakil partainya di Istanbul. Dalam forum itu, dia tertangkap kamera tertawa dan membuat lelucon dengan menyatakan bahwa jumlah pasukan Turki yang tewas di Idlib naik menjadi 36 orang.

Pertemuan tersebut adalah pertama kalinya Erdogan muncul di hadapan kamera setelah Turki mengonfirmasi 33 tentaranya tewas di Idlib akibat serangan rezim Suriah. Menantu Erdogan, yakni Menteri Keuangan Berat Albayrak, juga hadir dalam pertemuan itu.

Lelucon dan tawa Erdogan, entah sengaja atau tidak, tak pantas dilakukan di tengah kedukaan Turki karena kehilangan 33 prajuritnya.

Para warga di negara itu menilai sikap sang presiden tidak tepat dan tidak manusiawi. Mereka melalui Twitter meramaikan hashtag atau tanda pagar #negülüyorsunerdogan, yang artinya “apa yang anda tertawakan, Erdogan?”.

 

Posting itu disertai dengan video pendek yang memperlihatkan dua orang yang diduga pejabat pemerintahan Turki tengah bercanda.

Media lokal Turki, Bold Medya, dalam laporannya menyatakan jumlah masyarakat Turki yang menulis dan mendukung hashtag itu telah melampaui 100.000-an dalam waktu singkat. Hashtag tersebut juga masuk daftar dalam trending topic Twitter.

Pengguna akun Twitter @ccanannnnnn menulis; ”82 juta orang sedang menangis dan hanya beberapa orang yang tertawa. Mereka tidak tidur berhari-hari, sementara hanya satu yang membuat mereka mempermalukan kemanusiaan kita.”

Pengguna Twitter lainnya dengan nama akun @enginozkoc berkomentar: ”Prajurit Tuhan ketika di kepung di Suriah. 36 martir putra Tanah Air masih bergulat dengan kematian. #negülüyorsunerdogan.” (we)

Komentar