Oknum Satuan Polisi Pamong Praja Sikka Diduga Lakukan Pelecehan

Oknum Satuan Polisi Pamong Praja Sikka Diduga Lakukan Pelecehan

SIKKA, SUARADEWAN.com - Anggota Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka dilaporkan ke Polres Sikka karena diduga telah melakukan

Jamah “Gunung Kembar” Bunga, ASN di Maumere Diamankan Polisi
DPRD Mandul Terhadap Penjahat Berdasi, TPDI Buka Posko Bagi Masyarakat Sikka
Babinsa Panen Padi Bersama Petani di Sikka

SIKKA, SUARADEWAN.com – Anggota Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka dilaporkan ke Polres Sikka karena diduga telah melakukan pelecehan terhadap perempuan berinisial MP. Pelecehan yang dilakukan oleh oknum anggota Satuan Pol PP Sikka ini saat melakukan penyelidikan terhadap korban.

Menurut Korban Saat ditemui Media, Selasa (18/07/2017) di kantor Polres Sikka mengatakan, kejadiannya sekitar Jam 01.00 Wita. Dimana anggota Pol PP dengan berpakaian seragam  mendatangi rumah  Krispianus Wongga, lalu ada seorang anggota Pol PP menyampaikan kepada korban, bahwa kami sedang melaksanakan tugas razia besar-besaran. Kemudian teman-teman anggota Pol PP masuk ke dalam kamar tidur korban dan menggeledah isi  kamar korban.

Baca juga  Mantan Pejabat Pelaku Penipuan CPNS Ditangkap Polisi

Lanjut Korban yang sambil menangis-nangis mengatakan, dirinya dibawa oleh anggota Pol PP ke Kantor Satuan Polisi Pamong Praja guna dilakukan interogasi karena diduga pasangan diluar nikah. Saat melakukan interogasi salah satu oknum sempat menawarkan rokok kepadanya dan dirinya menolak. Selanjutnya oknum ini meraba bibirnya dan sempat memasukan tangan kedalam bajunya pas dekat sekitar buah dadanya.

“Saya tidak puas mereka perlakukan kepada  saya, saya ini perempuan baik-baik, sehingga saya laporkan mereka ke Kepolisian ini. Saya merasa dilecehkaan oleh mereka ini,” ucapnya dengan terisak-isak.

Baca juga  Mengaku Titisan Dajal, Gatot Widodo Rampas Senjata Api Milik Polisi

Ia menambahkan juga, pada  malam itu juga, ada beberapa anggota Pol PP meminta sejumlah uang kepadanya. Mereka meminta uang dengan besar 250 ribu sampai 1 juta sebagai uang tutup mulut. Tetapi dirinya tidak memberikan karena merasa tidak melakukan hal-hal yang negatif.

Sementara  itu, Kasat Pol PP Sikka, Yohanis Benyamin di minta konfirmasi  di kantornya langsung pergi meninggalkan wartawan dengan mobil dinasnya. Aksi yang dilakukan oleh Kasat Pol PP ini tidak seperti biasa kepada wartawan karena kalau ada persoalan beliau ini selalu menerima wartawan dan memberikan keterangan.(MOF)

COMMENTS

DISQUS: