oleh

OJK: Tak Perlu Khawatir, Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Bagus

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Terkait kondisi pasar modal, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menjelaskan, bursa saham Indonesia masih dalam keadaan tertekan akibat sentimen negatif penyebaran virus corona. Meski begitu, masyarakat tidak perlu khawatir mengingat fundamental ekonomi Indonesia masih bagus.

Berbagai instrumen kebijakan pasar modal telah diterapkan OJK melalui Bursa Efek Indonesia seperti pelarangan short selling dan pemberlakukan auto rejection serta halt trading.

banner 1285x856

OJK juga telah melonggarkan batas waktu penyampaian laporan dan pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) bagi pelaku industri pasar modal. “Kami juga memberikan kemudahan melakukan buy back saham tanpa melakukan RUPS terlebih dahulu,” ungkap Wimboh melalui keterangan tulis resmi, Jumat (20/3).

Baca Juga:  Menko Ekonomi Dorong Perbaikan Sistem Administrasi Pajak

Direktur PT. Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, aturan serta protokol yang dikeluarkan oleh otoritas hingga saat ini masih cukup mampu meredam penurunan. Salah satunya yaitu batas bawah auto rejection yang ditetapkan menjadi tujuh persen.

“Meskipun semua saham turun hingga tujuh persen, nantinya indeks saham hanya akan turun maksimal tujuh persen,” ucap Hans, Jumat (20/3).

Ia mengungkapkan, kondisi pasar pada saat ini masih jauh lebih baik. Penurunan Indeks saham domestik yang cukup tajam dalam beberapa pekan terakhir dinilai masih cukup wajar. Sebabnya, hal yang sama juga dialami oleh berbagai bursa saham dunia.

Baca Juga:  Anjlok 19,35 Sepanjang 2020, Rupiah Jadi Mata Uang Terlemah di Asia

Menurutnya, penyetopan perdagangan pun tidak perlu dilakukan. “Pasa saat 2008 memang perdagangan pernah disetop, tapi itu karena pasar terlalu panik, banyak yang melakukan aksi jual. Kalau pasar masih terkendali tidak perlu melakukan penyetopan,” kata Hans. (rep)

Komentar

Berita Lainnya