oleh

Dua Tahun di Suriah, Eks Simpatisan ISIS ini Beri Pengakuan Mengejutkan ! ! !

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Dua mantan simpatisan ISIS yang merupakan warga WNI, Nurshadrina Khaira dan Lasmiati yang lolos dari cengkreman ISIS ini memberikan pengakuan mengejutkan.

Selama lebih dari dua tahun, keduanya merupakan dari 18 warga Indonesia simpatisan ISIS yang berhasil kabur dari Suriah. Dalam pengakuannya Lasmiati, seorang ibu rumah tangga yang juga bibi dari Nurshadrina ini mengaku tertipu dengan propaganda ISIS. Menurutnya ISIS tak seindah dalam informasinya yang beredar di internet.

“Janji dan propaganda saya telan mentah-mentah begitu saja. Dijanjikan kehidupan yang luar biasa,” kata Lasmiati.

Hal tersebut juga dikatakan Nurshadrina yang merasa sangat tertipu dengan informasi yang beredar tentang ISIS yang katanya ingin menegakkan negara khilafah.

“Saya membayangkan orang-orang di sana berlomba-lomba dalam kebaikan, tapi nyatanya setelah sampai di sana banyak sekali kotoran-kotoran. Tidak seperti yang saya baca,” ujar dia.

Baca juga: WNI di Wilayah ISIS: Kami Sakit-sakitan, Ingin Pulang ke Indonesia

Baca juga  WNI yang Terlibat Pembunuhan di Singapura Ditangkap Polisi

Propaganda konsep negara Khilafah oleh ISIS yang berada dibawah pimpinan Abu Bakar Al Bagdadhi, lanjut Nurshadrina hanyalah bualan, sebab menurutnya setibanya di Suriah hal tersebut tak ditemukan.

“Propaganda mereka bagus, indah, kehidupan di sana nyaman tentram damai penuh keadilan. Jadi seperti sudah terbutakan. Seperti berita kejelekan mereka hilang begitu saja,” ujar Nurshadrina dalam talkshow “Rosi” episode Pengakuan Anggota ISIS, di Kompas TV, Kamis (14/9).

Hal terbalik justru didapatkan Nurshadrina, ia mendapatkan siksaan yang tidak manusiawi. Bahkan kaum perempuan yang berasal dari luar Suriah ditempatkan di sebuah asrama yang tidak layak dan kotor. Sementara kaum laki-laki dipaksa untuk ikut berperang.

Kaum perempuan yang belum menikah atau janda hanya dijadikan sebagai istri bahkan secara paksa, tanpa peduli apakah perempuan itu mau atau tidak.

“Mereka meminta istri ke pimpinan asrama kami karena pimpinan asrama kami punya daftar siapa saja yang masih single dan yang janda,” ucap Nurshadrina.

Baca juga  Polri: Bom Rakitan yang Disita di Bima Identik dengan Bom Kp. Melayu

Baca juga: Hijrah ke Suriah karena Janji Manis ISIS, WNI: Semuanya Bohong

“Mereka datang, ‘saya mau yang ini’, datang pagi-pagi untuk melamar dan sorenya sudah minta jawaban. Secepat itu minta jawaban, harus kawin. Saya secara pribadi fighter ISIS itu Menganggap perempuan hanyalah sebagai pabrik anak saja,” lanjutnya.

Nurshadrina menyadari bahwa apa yang dilakukan ISIS tersebut jauh melenceng dari ajaran Islam. Satu tahun berada di Suriah Ia melihat berbagai macam perlakuan ISIS yang begitu banyak melanggar aqidah Islam.

“Aku bisa bilang mereka pembohong besar,” kata Nurshadrina yang tampil bercadar itu. Kaum laki-laki dipaksa untuk berperang dan kaum perempuan hanya dijadikan obyek pemuas nafsu oleh para pejuang ISIS. (MED)

Komentar