oleh

Novanto Sebut Demokrat Bisa Memperkuat Koalisi Pendukung Jokowi

banner-300x250

JAKARTA, SUARADEWAN.com-  Partai Demokrat memberi sinyal bergabung dengan koalisi pendukung Jokowi pada Pilpres 2019. Eks Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto menyebut bila benar Demokrat menyuntikkan dukungan, koalisi bakal semakin kuat.

“Saya belum mendengar sendiri ya. Tapi kalau memang benar saya rasa makin bagus,” tegas Novanto sebelum menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (12/3).  Novanto mengatakan bukan tak mungkin perolehan suara Jokowi meningkat bila partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu bergabung. Demokrat diyakini memiliki basis massa cukup kuat.

Namun, bekas ketua DPR itu ogah ambil pusing bila pada akhirnya Demokrat urung bergabung. Terpenting, tegas Novanto, partai koalisi, terutama Golkar, solid mendukung calon petahana itu. “Ya Golkar ini partai betul-betul saat sekarang secara konsisten mendukung Jokowi. Berusaha berkoalisi dengan partai lain tentu masing-masing harus menjajaki, tentu harus kita lihat perkembangan koalisi ini ke mana,” beber terdakwa kasus korupsi KTP berbasis elektronik (KTP-el) itu.

Baca juga  KPK Pegang Ribuan Bukti Keterlibatan Setya Novanto dalam Kasus Korupsi e-KTP

SBY dan Jokowi diketahui saling melempar kode dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Demokrat di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu- Minggu lalu. Jokowi yang diberikan kesempatan menyampaikan sambutan sempat berujar dirinya seorang demokrat. Sedangkan Presiden ke-6 RI SBY dalam sambutannya menyebut Partai Demokrat tak menutup kemungkinan mendukung Jokowi jika Tuhan menakdirkan seperti itu.

Baca juga  Tanpa Partai Demokrat, Gerindra-PAN-PKS resmi Usung Prabowo-Sandiaga

Di sisi lain, politikus Demokrat, Syarief Hasan dan Andi Mallarangeng, menilai pernyataan dua tokoh nasional itu belum bisa disimpulkan sebagai dukungan partai berlambang mercy terhadap Jokowi. Bahkan, menurut Andi, yang lebih ideal bagi Demokrat ialah membentuk poros ketiga. Sedangkan Syarief menyebut keputusan dukung mendukung calon presiden akan ditentukan majelis tinggi partai. (af)