oleh

Nilai Tukar Rupiah Paling Lemah, Tertekan dari Segala Penjuru

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Nilai tukar rupiah bertahan sebagai mata uang paling lemah di hadapan dolar AS dan juga mayoritas mata uang Asia serta Eropa. Terhitung hingga pukul 14.27 WIB, rupiah terdepresiasi sedalam -0,50% ke level Rp15.708 per dolar AS.

Level tersebut sudah sedikit membaik dari level terdalam yang sebelumnya dicapai rupiah, yakni Rp15.725 per dolar AS. Kendati membaik, itu belum mampu memosisikan rupiah untuk lebih baik daripada dolar Australia (-0,83%), euro (-0,67%), dan poundsterling (-0,96%).

banner 1280x904

Yang lebih memilukan, tekanan rupiah datang dari segala penjuru, termasuk juga dari pasukan mata uang regional. Hingga sore ini, tak ada satu pun mata uang Asia yang memberi kesempatan rupiah untuk menguat, antara lain dolar Taiwan (-0,71%), yen (-0,57%), dolar Hong Kong (-0,50), won (-0,47%), dan yuan(-0,45%).

Baca juga  Rupiah Melemah, IHSG Berada di Zona Merah

Begitu pun juga dengan baht (-0,42%), dolar Singapura (-0,40%), dan ringgit (-0,14%) yang ikut menekan rupiah.

Asal tahu saja, pelemahan rupiah yang signifikan ini terjadi ketika mayoritas mata uang global kompak menguat di hadapan dolar AS, seperti dolar Australia, euro, poundsterling, dolar New Zealand, dolar Kanada, franc, dolar Hong Kong, yen, won, dan dolar Taiwan. Bersama dengan rupiah, sebagian kecil mata uang Asia berada di bawah tekanan dolar AS, yakni baht, dolar Singapura, dan yuan. (we)

Komentar