Negara Ini Larang Anggota Parlemen Perempuan Pakai Bulu Mata Palsu dan Kuku Palsu

Negara Ini Larang Anggota Parlemen Perempuan Pakai Bulu Mata Palsu dan Kuku Palsu

JAKARTA, SUARADEWAN.com -- Ketua Parlemen Nasional Tanzania Job Ndugai pada Senin (10/9) melarang perempuan anggota parlemen yang memakai bulu m

21 Politisi Perempuan Cantik dan Seksi di Seluruh Dunia
Dua Tahun Menjabat, Presiden Myanmar Mengundurkan Diri
Resolusi Dewan Perwakilan AS: Militer Myanmar Lakukan Genosida Terhadap Etnis Rohingya

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Ketua Parlemen Nasional Tanzania Job Ndugai pada Senin (10/9) melarang perempuan anggota parlemen yang memakai bulu mata dan kuku palsu memasuki Gedung Dewan Legislatif. “Dengan wewenang yang diberikan kepada saya oleh Undang-Undang Dasar negeri ini, saya sekarang melarang semua perempuan anggota parlemen memakai bulu mata dan kuku palsu memasuki Gedung Parlemen,” kata Ndugai di Majelis Tanzania.

Ia mengatakan ia juga telah berkonsultasi dengan para ahli sebelum memutuskan apakah akan melarang atau tidak perempuan anggota parlemen memakai make-up tebal. Ndugai mengumumkan larangan itu tak lama setelah Wakil Menteri Kesehatan, Pembangunan Masyarakat, Gender, Orang Tua dan Anak-Anak Faustine Ndugulile mengatakan kepada parlemen perempuan yang memakai bulu mata dan kuku palsu menghadapi beberapa masalah kesehatan.

Baca juga  Parlemen Iran Puji Indonesia Sebagai Contoh Bagi Negara Islam

Nduguli mengatakan setiap tahun Rumah Sakit Nasional menerima sedikitnya 700 perempuan dengan masalah kesehatan yang berkaitan langsung dengan penggunaan bulu mata palsu, kuku palsu, dan pemutih kulit.

Wakil menteri tersebut menanggapi satu pertanyaan yang diajukan oleh Fatuma Toufig, anggota parlemen kursi khusus dari partai yang memerintah Chama Cha Mapinduzi. Fatuma Toufig ingin mengetahui jumlah perempuan yang telah sangat dipengaruhi oleh penggunaan bulu mata palsu.

Baca juga  Gara-Gara Video Seks, Politisi Perempuan Irak Ini Gagal Caleg

Nduguli mengatakan bulu mata palsu dan kuku palsu tidak termasuk di dalam kosmetika sebagaimana ditetapkan di Peraturan Makanan, Obat dan Kosmetika Tanzania 2003. Akta itu menetapkan peraturan yang efisien dan menyeluruh dan memantau makanan, obat, peralatan medis, kosmetika, obat herbal, dan racun. (Sumber : Antara)

COMMENTS

DISQUS: