Nasib Irak yang Diinvasi AS Kini Menimpa Suriah

Nasib Irak yang Diinvasi AS Kini Menimpa Suriah

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Untuk kedua kalinya, Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan militer (invasi) dengan dalih senjata kimia. Suriah y

Tujuh Ribu Kandidat Berebut 329 Kursi Parlemen di Pemilu Irak Pertama Sejak Kekalahan ISIS
Gara-Gara Video Seks, Politisi Perempuan Irak Ini Gagal Caleg
Lumat Keberingasan ISIS, Pasukan Koalisi Terus Gencarkan Serangan Mematikan

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Untuk kedua kalinya, Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan militer (invasi) dengan dalih senjata kimia. Suriah yang baru-baru ini dibombardir atas dalih tersebut, ternyata juga pernah menimpa negara Timur Tengah lainnya, yakni Irak.

Sebelumnya, serangan tentara Suriah ke Khan Sheikhoun, Idlib, diduga dilakukan dengan menggunakan senjata kimia (gas beracun). Oleh karena penggunaan senjata kimia, dalam kebijakan AS dan hukum internasional, adalah salah, maka Presiden AS Donald Trump merasa berkewajiban memerintahkan serangan rudal Tomahawk terhadap pangkalan udara Shayrat, Horms, Kamis (6/4/2017).

Atas serangan tersebut, diberitakan oleh SANA (kantor berita Suriah), ada sembilan orang tewas, termasuk anak-anak. Enam pesawat jet tempur Suriah juga hancur dalam serangan tersebut.

Mengingat serangan rudal AS yang diklaim Washington sebagai respons atas serangan senjata kimia pasukan Suriah tersebut, tentu mengembalikan ingatan kepada agresi AS terhadap Irak di tahun 2003 di bawah komando Presiden George W Bush.

Dengan alasan yang sama, Bush mengindentifikasi Irak sebagai anggota “Axis of Evil” yang jadi target serangan AS.

Di era pemerintahan Barack Obama sendiri, Suriah sebelumnya hampir nyaris diinvasi AS. Dalihnya lagi-lagi sama, yakni penggunaan senjata kimia dalam agresinya. Untuknya, rencana invasi tersebut batal karena dicegah Rusia dan tidak didukung oleh Kongres AS sendiri. (ms)

COMMENTS

DISQUS: