oleh

Narkoba Anggota DPRD Diduga dari Pengedar di LP Cipinang

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Penangkapan terhadap anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan Bali, I Nyoman Wirama Putra di salah satu hotel Jakarta atas dugaan penyalahgunaan narkoba saat ini masih dalam proses penyidikan.

Wadir Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Gidion Arief Setyawan mengatakan, barang haram tersebut diduga diperoleh dari Lembaga Pemasyarakatan Cipinang Jakarta Timur. Pemasok dari lapas tersebut berinisal ABAW.

banner 1102x704

“Kalau dari LP kan pengatur ya. Pengatur pengedaran ekstasi dan asal-usul barang,” kata Arief di Gedung Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Kamis (15/6/2017).

Penangkapan terhadap anggota DPRD, lanjut Arief, sebenarnya tidak direncanakan. Awalnya petugas memburu kedua buronan berinisial NYA (28) dan LP (32). Mereka berdua inilah yang bertugas melaksanakan intruksi dari narapidana LP Cipinang untuk kemudian menjual narkoba.

Baca Juga:  Aparat Polisi Diimbau Membawa Senjata Saat Bertugas

“Awalnya NYA dan LP ini, yang suami istri ini. Kita sudah pantau dua hari pas kita tangkap dia bilang nginap di hotel itu. Pas kita geledah hotel, ternyata ada anggota DPRD ini sama cewek inisial LOS. Kita periksa dan dapatkan bukti-bukti,” tuturnya.

Gidion mengatakan, narkoba yang digunakan anggota DPRD itu sudah dipesan terlebih dahulu sebelum dirinya datang ke Jakarta.

“Komunikasinya sudah sebelum datang ke sini sudah komunikasi sama NYA,” pungkasnya.

Dari penangkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa satu bong, satu cangklong, dua pipet kaca, satu plastik kosong bekas sabu dan satu korek api. Dan setelah melakukan tes urine, Nyoman terindikasi positif mengunakan zat amfetamin, sementara LOS tidak.

Baca Juga:  Polda Metro Bantah Pembuat Situs Baladacintarizieq.com Ada di Jaksel

Tak berhenti disitu, penyelidikan dilanjutkan ke rumah Nyoman di Jalan Mutiara, Sawah Baru, Ciputat, Tangerang Selatan. Polisi kembali menemukan barang bukti berupa ekstasi sebanyak 2.053 butir dan sabu 1,8 kg.

Sementara ini, polisi belum mengetahui pasti asal-usul barang haram tersebut. Gidion menduga, untuk ekstasi ini berasal dari Cina. Sedangkan sabu masih dalam pelacakan. (ms/te/me)

Komentar

Berita Lainnya