oleh

Mufti Mesir: Kasus Perceraian Jadi Ancaman Keamanan Nasional dan Stabilitas Sosial di Mesir

KAIRO, SUARADEWAN.com — Mufti Republik Arab Mesir Syekh Syauqi ‘Alam mengatakan pengajuan pertanyaan dan konsultasi seputar masalah cerai cukup tinggi di Mesir. Angkanya berada di kisaran 4.000 hingga 4.800 per bulan.

Syauqi mengatakan, perceraian merupakan problematika yang mengancam keamanan nasional dan stabilitas sosial. “Tak ada gantinya bagi sistem keluarga menurut kacamata syar’i,” kata dia Konferensi Internasional Peran Lembaga Fatwa Dunia di Kairo, Mesir seperti dilansir Alarabiya, Kamis (18/10).

Dia mengingatkan bahaya perceraian yang tidak hanya mengancam Mesir, tetapi juga banyak negara. Kerentanan timbul perceraian biasanya memuncak pada usia pernikahan lima tahun pertama.

Baca juga  Bercerai Dengan Miliarder Produsen Vaksin, Wanita Ini Jadi Terkaya di Asia

Menurut dia, di antara penyebab yang paling fatal maraknya perceraian dan jamak terjadi belakangan adalah penyalahgunaan internet. Di level inilah diperlukan perhatian banyak pihak. Perlu upaya lebih serius untuk memberikan edukasi pranikah bagi calon pasangan mempelai.

Baca juga  Tak Banyak Yang Tahu, Kalau Lima Kepala Negara Terkenal Ini Bercerai Saat Menjabat

Dan tak kalah penting, kata dia, bagaimana melibatkan para ulama baik yang terlibat di lembaga fatwa, para penceremah, dan pendai, untuk memberikan pencerahan tentang pentingnya institusi keluarga. “Sekali lagi, institusi keluarga tak tergantikan dengan apapun dalam kacamata syar’i,” tutur dia. (rep)