Mobil Komisioner Bawaslu Dilempari Batu

Mobil Komisioner Bawaslu Dilempari Batu

Jangankan Eks HTI, Eks PKI Saja Bisa Menjadi Caleg
Luncurkan Gerakan Awasi Coklit, Bawaslu RI Rekomendasikan Point Berikut ke KPU
Lantik 1.914 Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota Secara Serentak, Bawaslu Diganjar Rekor MURI

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Komisioner Bawaslu Moh Afifudin mengungkapkan pengalaman pahit menjelang Pemilu 2019. Mobil pribadinya pernah dilempar batu dalam perjalanan dinas ke Garut, Jawa Barat.

“Dua minggu lalu mobil saya dilempar batu besar, tapi saya enggak tahu motivasinya itu murni kejahatan atau yang motif lain,” kata Afif kepada wartawan di kantornya, Rabu (13/3).

Beruntung saat kejadian pagi hari itu, batu yang tidak diketahui arahnya tidak mengenai kaca, melainkan bagian luar mobil.

Baca juga  Ketua Bawaslu RI, dari Advokat ke Sosok Pengawas Pemilu

“Kalau kena kaca pasti pecah. Saat itu mobil sedang kencang, yang penyok itu sebelah kiri,” ujarnya.

Afif tidak ingin menyimpulkan peristiwa pelemparan batu itu sebagai bentuk kekerasan menjelang pesta demokrasi, terutama kepada penyelengara pemilu.

Ia enggan mendramatisasi atau membesarkan berita tersebut. Namun, jika situasinya sampai pada proses hukum maka Bawaslu akan mematuhi aturannya.

Baca juga  Bawaslu Tidak Memandang Bulu Siapapun yang Melakukan Mahar Politik

“Dalam situasi yang kompetitif ini maka tertuduh utamanya adalah penyelenggara,” ia menambahkan.

Afif mengaku penyelenggara pemilu sering mendapat ancaman teror maupun bentuk kekerasan lainnya. Ia mengungkapkan sudah ada 66 kasus di mana jajarannya menerima kekerasan.

“Satu pengawas (panwaslu) perempuan di Maluku dipukul sampai lebam. Ada juga kejadian pasca sidang penanganan kasus pelanggaran di Sulawesi Tenggara, temen KPU dipukul,” katanya. (imo)

sumber: publica.co

COMMENTS