oleh

Mobil Komisioner Bawaslu Dilempari Batu

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Komisioner Bawaslu Moh Afifudin mengungkapkan pengalaman pahit menjelang Pemilu 2019. Mobil pribadinya pernah dilempar batu dalam perjalanan dinas ke Garut, Jawa Barat.

“Dua minggu lalu mobil saya dilempar batu besar, tapi saya enggak tahu motivasinya itu murni kejahatan atau yang motif lain,” kata Afif kepada wartawan di kantornya, Rabu (13/3).

banner 1280x904

Beruntung saat kejadian pagi hari itu, batu yang tidak diketahui arahnya tidak mengenai kaca, melainkan bagian luar mobil.

Baca juga  BBHA Pusat PDI-P Temukan Sejumlah Pelanggaran KPPS di Pilkada DKI 2017

“Kalau kena kaca pasti pecah. Saat itu mobil sedang kencang, yang penyok itu sebelah kiri,” ujarnya.

Afif tidak ingin menyimpulkan peristiwa pelemparan batu itu sebagai bentuk kekerasan menjelang pesta demokrasi, terutama kepada penyelengara pemilu.

Ia enggan mendramatisasi atau membesarkan berita tersebut. Namun, jika situasinya sampai pada proses hukum maka Bawaslu akan mematuhi aturannya.

“Dalam situasi yang kompetitif ini maka tertuduh utamanya adalah penyelenggara,” ia menambahkan.

Baca juga  Bawaslu Gagas Gerakan Tolak Politik Uang, Politisasi SARA dan Ujaran Kebencian

Afif mengaku penyelenggara pemilu sering mendapat ancaman teror maupun bentuk kekerasan lainnya. Ia mengungkapkan sudah ada 66 kasus di mana jajarannya menerima kekerasan.

“Satu pengawas (panwaslu) perempuan di Maluku dipukul sampai lebam. Ada juga kejadian pasca sidang penanganan kasus pelanggaran di Sulawesi Tenggara, temen KPU dipukul,” katanya. (imo)

sumber: publica.co

Komentar