oleh

Miris, Tuduhan Trump kepada Obama Tak Didukung Partainya

banner-300x250

SUARADEWAN.com – Ketua Komisi Intelijen DPR Amerika Serikat, Devin Nunes juga merupakan politisi Partai Republik yang menjad partai pengusung Presiden Donald Trump memenangkan pilpres di Amerika, menyatakan DPR tidak memiliki bukti yang kuat atas tuduhan Presiden Trump yang merasa dirinya disadap oleh mantan presiden Barack Obama, selama kampanye Pilpres tahun lalu.

Menurut Nunes, dilansir dari Reuters, jika tudingan Trump itu benar, maka para pemimpin Kongres dan kepala dua komisi intelijen dalam badan legislatif AS, yang biasanya disebut “Geng Delapan” semestinya dibriefing oleh presiden terlebih dahulu.

“Saya tidak melihat buktinya. Saya kira pertanyaan yang mesti dijawab adalah apakah Tuan Trump atau siapa pun pembantunya menjadi sasaran badan-badan intelijen atau otoritas penegakkan hukum,” kata Nunes.

Pernyataan Presiden Trump tersebut merupakan cuitannya di akun twitter pribadinya pada sabtu pekan lalu. Namun tuduhan ini dibantah oleh pihak Obama.

Merasa dirugikan, sejak itu Trump menuntut komisi intelijen DPR dan Senat memperluas penyelidikan atas dugaan intervensi Rusia dalam proses Pemilu AS.

Adam Schiff dari Demokrat juga mengaku “Geng Delapan” tak pernah dibriefing presiden mengenai tudingan kepada Obama itu. Schiff bahkan menyebut tudingan Trump kepada Obama itu sebagai skandal yang harus diselidiki secepatnya oleh legislatif.

Nunes menyatakan komisinya berencana menggelar dengar pendapat untuk penyelidikan intervensi Rusia itu mulai 20 Maret itu dengan memanggil Direktur FBI James Comey dan Direktur Badan Keamanan Nasional Laksamana Mike Rogers. Juga dipanggil legislatif mantan direktur Intelijen Nasional James Clapper, mantan direktur CIA John Brennan dan mantan Jaksa Agung Sally Yates. (ET)