oleh

Miris, Siswa SD di Maros Terpaksa ‘Menyabung Nyawa’ di Sungai Untuk ke Sekolah

MAROS, SUARADEWAN.com – Lantaran tak punya jembatan, puluhan siswa SDN Inpres 130 Gantarang di Kecamatan Tompo Bulu, Maros, Sulawesi Selatan terpaksa ‘menyabung nyawa’ berenang di sungai untuk ke sekolah.

Setibanya di sekolahpun, para siswa harus berhimpitan di satu ruangan kelas yang disatukan karena sekolah itu kekurangan kelas dan hanya disekat menggunakan tripleks lusuh. Secara otomatis, proses belajar mengajar, pun sangat terganggu. Apa lagi, saat dua guru berbeda bersamaan menjelaskan di satu ruangan yang sama itu.

banner 1102x704

Minimnya akses dan sarana belajar di Kecamatan Tompo Bulu, Maros, Sulawesi Selatan dinilai sejumlah pihak sebagai bentuk kurangnya perhatian pemerintah atas warga di pelosok. Bahkan, wilayah pelosok terkesan ‘dianak tirikan’ oleh pemerintah daerah.

“Wilayah terpencil cenderung dianak tirikan. Mungkin karena kurang penduduknya. Padahal, di sana memiliki potensi alam yang sangat besar dan bisa membiayai pembangunan seluruh wilayah Maros kalau Pemkab kelola potensi itu,” kata anggota Komisi III DPRD Maros, Akbar Endra, Senin (23/4/2018).

Menurutnya selama ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros hanya sibuk membangun wilayah perkotaan. Padahal, potensi Sumber Daya Alam di pelosok, sangat besar untuk menyokong pendapatan pemerintah dan juga masyarakat.

DPRD pun telah mendorong Pemkab untuk menggelontorkan dana perbaikan infrastruktur dan sarana pendidikan di sana. Termasuk untuk segera membangun jembatan dan penambahan ruang kelas di sekolah yang dimaksud. Menurutnya, hal itu tidak boleh ditunda lagi.

“Jadi memang pembangunan belum merata. Makanya dewan merekomendasikan agar pembangunan infrastruktur itu merata ke semua daerah. Selama ini Pemkab fokus menata kota,” lanjutnya.

Baca Juga:  Kisah Pilu Sekolah di Mamuju Disegel Pemilik Lahan, Ini 5 Faktanya

Sementara itu, Bupati Maros, Hatta Rahman mengatakan, pihaknya akan memasukkan dalam perencanaan. Sebelumnya, siswa di sana hanya beberapa saja sehingga dianggap ruangannya mencukupi. Tapi kalau memang siswanya sudah banyak akan dipertimbangkan.

“Dulu dianggap cukup. Kalau memang siswanya banyak akan dipertimbangkan. Kondisi medannya juga dulu di sana berat. Tapi sekarang jalan juga sudah bagus. Jadi Insya Allah akan segera kita benahi,” sebutnya. (det)

Komentar

Berita Lainnya