oleh

Minta Kenaikan, Ini Perincian Detail Gaji dan Tunjangan DPR

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Setelah sebelumnya DPR meminta pembangunan Apartemen yang kemudian dibatalkan disebabkan rumah jabatan di Ulu Jami dan Kalibata dianggap masih representatif, DPR juga meminta kenaikan uang kunjungan ke luar negeri dan juga menuntut tambahan dana serap aspirasi pada 2018.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hendak menaikkan anggaran kunjungan ke luar negeri mereka dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018. Tak tanggung-tanggung, nilainya mencapai Rp 343,5 miliar—naik sekitar Rp 141,8 miliar atau 70 persen dari anggaran tahun ini sebesar Rp 201,7 miliar.

banner 1280x904

Baca juga: DPR Kembali Minta Gedung Baru Plus Apartemen

Berdasarkan dokumen tentang tambahan dalam pagu anggaran dan penyelesaian rencana kerja DPR tahun 2018 tertulis penambahan anggaran perjalanan Dewan ke luar negeri. Untuk perjalanan dinas luar negeri nilainya Rp 246,6 miliar dan program penguatan kelembagaan dalam bentuk pelaksanaan kerja sama internasional sebesar Rp 96,9 miliar.

Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR, Agung Budi Santoso, menuturkan, kenaikan nilai anggaran itu merupakan akumulasi dari dana kunjungan kerja pada 2016 yang sempat dipotong karena ada moratorium kunjungan Dewan ke luar negeri. “Mengembalikan utang kemarin. Yang dulu tidak boleh, sekarang boleh,” ujarnya di DPR (29/8). Kenaikan anggaran itu juga untuk menyesuaikan dengan biaya hotel dan tiket pesawat yang naik.

Dalam waktu dekat, BURT DPR akan melakukan lawatan ke Jerman, tepatnya pada 25 September hingga 2 Oktober mendatang. Wakil Ketua BURT Agung Budi Santoso mengatakan kunjungan ini untuk memperoleh referensi penguatan parlemen dari negara lain. “Kami juga akan mempelajari gedung,” ujarnya.

Baca juga  Biaya Pemeliharaan Tinggi, DPR Usul Rumah Dinas Bagi Anggota Dewan Dihilangkan

Baca juga: Berkat PP 18/2017 Tunjangan DPRD Naik 4 Kali Lipat

Bila mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 49 tahun 2017 tentang Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2017, biaya kunjungan ke luar negeri 15 anggota DPR ke Jerman itu diperkirakan senilai US$ 327.795 atau sekitar Rp 4,3 miliar. Biaya itu termasuk uang saku US$ 53.640 atau sekitar Rp 715 juta selama delapan hari untuk keseluruhan peserta kunjungan. Uang saku masing-masing orang US$ 447 atau hampir Rp 6 juta per hari.

Disamping itu, DPR juga menuntut tambahan dana serap aspirasi pada tahun 2018. Jatah dana serap aspirasi seorang anggota DPR pada 2016 sebesar Rp 105 juta setahun. Untuk tahun depan, DPR mengajukan tambahan menjadi Rp 140 juta setahun.

Alasannya, kenaikan tersebut untuk menyesuaikan kebutuhan dengan inflasi. Agus mencontohkan ongkos transportasi dan harga bahan pokok yang makin melambung. “Otomatis semuanya ikut naik,” kata Agung.

Masalahnya, menurut Direktur Eksekutif Indonesia Budget Center Roy Salam, kenaikan anggaran khususnya dana penyerapan aspirasi tidak transparan penggunaannya.

“Mereka lebih banyak membangun jalan atau memberikan dana untuk proposal yang diajukan warga daerah pemilihannya,” kata Roy bertanya.

Baca juga: 124,92 Miliar Dana Untuk Partai Politik, Naik Hampir 10 Kali Lipat

Baca juga  DPR Kembali Minta Gedung Baru Plus Apartemen

Sebenarnya seberapa besar gaji berikut tunjangan yang diterima anggota DPR? Berdasarkan Surat Menteri Keuangan Nomor S-520/MK.02/2015 yang terbit pada 9 Juli 2015 tentang pendapatan anggota DPR yang berlaku untuk periode 2014-2019, sudah jelas. Berikut ini perinciannya.

1. Tunjangan Kehormatan
-Ketua badan/komisi DPR Rp 6.690.000
-Wakil ketua DPR Rp 6.460.000
-Anggota DPR Rp 5.580.000

2. Tunjangan Komunikasi Intensif
-Ketua badan/komisi DPR Rp 16.468.000
-Wakil ketua DPR Rp 16.009.000
-Anggota DPR Rp 15.554.000

3. Tunjangan Peningkatan Fungsi Pengawasan
-Ketua badan/komisi DPR Rp 5.250.000
-Wakil ketua badan/komisi DPR Rp 4.500.000
-Anggota DPR Rp 3.750.000

4. Bantuan langganan listrik dan telepon
-Listrik Rp 3,5 juta
-Telepon Rp 4,2 juta

Gaji Bulanan
(Dihitung Indonesia Budget Center berdasarkan SK Menteri Keuangan)
-Ketua DPR Rp 60,5 juta (sebelumnya Rp 51,9 juta)
-Wakil Ketua DPR Rp 59 juta (sebelumnya Rp 51,3 juta)
-Anggota DPR Rp 56,9 juta (sebelumnya Rp 50,2 juta)

Dana Reses
Sejak 2015 dana reses dianggarkan Rp 150 juta per reses. Dalam setahun ada lima kali reses. Dengan demikian, dalam lima tahun masa jabatan, anggota Dewan menerima Rp 3,75 miliar.

Dana Serap Aspirasi
Tahun ini dana serap aspirasi ditetapkan Rp 105 juta per anggota per tahun. Dewan mengusulkan tambahan dana menjadi Rp 140 juta. (TEM)

Komentar