Mesir Hukum Mati Mohammed Morsi

Mesir Hukum Mati Mohammed Morsi

KAIRO, SUARADEWAN.com - Pengadilan Mesir mengukuhkan hukuman mati kepada mantan presiden Mohammed Morsi dengan dakwaan kabur massal dari penjara saat

Mufti Mesir: Kasus Perceraian Jadi Ancaman Keamanan Nasional dan Stabilitas Sosial di Mesir
Serangan Kelompok Militan Mesir Tewaskan 3 Anggota Polisi
RI Kantongi Data Sindikat Penipu 122 Calon Siswa WNI di Mesir

KAIRO, SUARADEWAN.com – Pengadilan Mesir mengukuhkan hukuman mati kepada mantan presiden Mohammed Morsi dengan dakwaan kabur massal dari penjara saat pemberontakan tahun 2011. Petinggi Ikhwanul Muslimin Mohammed Badie dan empat petinggi lain juga dijatuhi hukuman mati.

Lebih dari 90 terdakwa lain pun divonis mati secara in absentia, termasuk ulama berpengaruh Youssef al-Qaradawi.

Kantor Berita Reuters melansir bahwa pada Selasa pengadilan juga menjatuhkan vonis hukuman penjara seumur hidup dalam kasus terpisah terkait konspirasi dengan kelompok asing. 

Morsi menjadi presiden Mesir pertama yang dipilih secara demokratis setelah jatuhnya otokrat yang lama berkuasa Hosni Mubarak pada 2011. Namun ia kemudian digulingkan oleh militer pada 2013 setelah muncul unjuk rasa menentang pemerintahannya.

Pengadilan pada Mei mendakwa Morsi dan terdakwa lain dengan tuduhan membunuh dan menculik polisi, menyerang fasilitas kepolisian dan kabur dari penjara saat kerusuhan menentang Mubarak pada 2011. 

Pengenaan hukuman mati itu mendapat kritikan dari Amerika Serikat dan pemerintahan Barat lain serta kelompok hak asasi manusia. Morsi, Badie dan 15 lainnya juga divonis hukuman seumur hidup — yang berdasar hukum Mesir berarti penjara 25 tahun — karena dinilai melakukan konspirasi dengan kelompok Palestina, Hamas, yang memerintah Gaza.

Termasuk di antara mereka yang divonis adalah tokoh senior Ikhwanul Muslimin Essam el-Erian dan Saad el-Katatni. Morsi mengatakan sidang tersebut tidak sah, dan menyebutkan bahwa proses hukum terhadapnya merupakan bagian dari kudeta yang dipimpin mantan panglima militer Abdel Fattah al-Sisi pada 2013. (zz)

COMMENTS

DISQUS: 0