oleh

Menlu RI Angkat Bicara Soal Korban Perdagangan Ginjal

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memastikan bahwa Sri Rabiath, seorang warga negara Indonesia di Qatar, tidak mengalami korban kejahatan perdagangan ginjal.

“Dari hasil data yang kami peroleh dari BNP2TKI dan rumah sakit Nusa Tenggara Barat, menyatakan bahwa belia tidak kehilangan ginjalnya, ginjalnya masih ada,” kata Retno di Kantor Kemenlu, Selasa (28/2/2017).

banner 728x419

Memang, ada semacam selang di tubuh Sri. Dan ini terus akan didalami kembali oleh pihak Kemenlu.

“Tetapi kata dokter yang memeriksa, kemungkinan selang tersebut dipasang untuk melancarkan urine. Jadi, pernyataan dari ibu Sri tentang ginjalnya hilang itu sudah ditindaklanjuti dan dilakukan pemeriksaan dan berita itu tidak benar,” jelas Retno.

Baca Juga:  Indonesia Ajak Australia Rundingkan Kembali Batas Maritim Laut Timor

Demi mengetahui kebenaran tentang isu ini, eks Dubes RI untuk Belanda itu juga mengakui bahwa ada banyak tantangan yang ditemui dalam kasus ini. Salah satunya, tak ada data Sri di perwakilan Indonesia di Qatar.

“Kami juga menghubungi kedutaan kita yang berada di Doha karena data KBRI yang di Doha, ibu Sri Rabiath tidak ada dalam data kita. Dalam artian, saat datang pada Juli 2014, beliau tidak melaporkan keberadaannya pada KBRI,” terangnya kembali.

Sebelumnya, kabar tentang adanya sebuah operasi di Qatar terhadap Sri Rabiath ini dilaporkan oleh Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal.

Baca Juga:  Dewan Keamanan PBB Sahkan Penanggulangan Terorisme Prakarsa Indonesia

“Kemarin saya sudah bertemu dan melakukan pendalaman selama 1 jam dengan yang bersangkutan di Lombok Utara. Pengakuan Sri dibuat berdasar hasil pemeriksaan rontgen yang dilakukan oleh RSUD Mataram. Sri juga memberikan pengakuan mengenai operasi yang dijalani tanpa ia ketahui alasannya dan tanpa persetujuannya di Qatar pada 2014,” tambah Iqbal.

Untuk proses selanjutnya, pihaknya akan menggandeng Polda untuk meminta agar dilakukan pemeriksaan kembali demi memastikan kondisi ginjal Sri Rabiath.

“Kemenlu telah meminta KBRI Doha untuk memintakan keterangan/klarifikasi awal dari RS di Doha dan dari pihak-pihak yang disebutkan oleh Sri,” tandasnya. (ms)

Komentar

Berita Lainnya