Mendapat Predikat Opini WTP, Bukan Jaminan Tangsel Bersih Dari Korupsi

Walikota Tangerang Selatan Hj. Airin Rachmi Diany saat menerima predikat WTP, Serang 31 Mei 2017

Mendapat Predikat Opini WTP, Bukan Jaminan Tangsel Bersih Dari Korupsi

TANGSEL, SUARADEWAN.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendapat predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Hasil Pemeri

Gara-gara Sejoli Diarak Bugil, Pak RT Nangis-Nangis Minta Dihukum Ringan
Yayasan Masjid Raya Al-Kautsar Berikan Santunan dan Pelatihan Kepada Anak Yatim Dhuafa
Dikukuhkan, PATI Tangsel Siap Berinovasi Di Bidang Teknologi

TANGSEL, SUARADEWAN.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendapat predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), pada hari Rabu 31 Mei 2017.

Akan tetapi, Ketua Pengurus Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Keadilan Banten (LBH Keadilan), Abdul Hamim Jauzie dengan tegas mengatakan, predikat WTP bukan jaminan Pemkot Tangsel bersih dari korupsi. Terlebih setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan empat orang tersangka berkaitan dengan dugaan suap terkait pemberian Opini WTP pada laporan keuangan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

“Opini WTP tidak menjamin suatu institusi itu bersih dari praktik korupsi. Apalagi setelah KPK menetapkan Empat tersangka itu adalah Irjen Kemendes SUG, Eselon III Kemendes JBP, Eselon I  BPK RS, dan Auditor BPK ALS,” kata Abdul Hamim Jauzie, pada Sabtu (03/6).

Baca juga  Dikukuhkan, PATI Tangsel Siap Berinovasi Di Bidang Teknologi

Sehingga ia menyarankan agar, Opini WTP yang diraih Pemkot Tangsel harus terus dibarengi dengan upaya pemberantasan korupsi di Tangsel.

“Hal ini sesuatu yang wajar, mengingat pada April lalu KPK telah mengingatkan perihal korupsi dengan konspirasi pejabat-pengusaha di Tangsel yang sudah menggila,” ujarnya.

Ketua Pengurus Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Keadilan Banten (LBH Keadilan), Abdul Hamim Jauzie

Disamping itu, Abdul Hamim Jauzie berharap Opini WTP tersebut tak perlu dibesar-besarkan. Apalagi kalau sampai memuat iklan ucapan selamat secara berlebihan di media. Sebab menurutnya, ucapan selamat sesungguhnya bisa dilakukan dengan memasangnya di website atau sosial media setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dengan demikian tidak membutuhkan biaya untuk pemasangannya.

Baca juga  Meriah, Ratusan Warga Ikuti Gowes Bareng Jelang HUT Tangsel Ke-9 di CFD BSD City

“Ucapan selamat itu memang baik dan sama sekali tidak ada salahnya. Namun kami berpendapat, iklan di media masa tentu membutuhkan biaya yang tidak kecil. Dan bagi kami, itu membuang-buang uang rakyat,” tukasnya.

Dijelaskan Abdul Hamim Jauzie, dari hasil pengamatannya, iklan ucapan selamat atas raihan Opini WTP di salah satu media cetak yang berbasis di Tangsel hari ini sudah berlebihan. Apalagi, 18 OPD ramai-ramai memasang iklan ucapan selamat, yang menampilkan wajah para pimpinan setiap OPD pada iklan tersebut.

“Tidak ketinggalan, DPRD Kota Tangsel juga turut mengucapkan selamat atas itu, dengan iklan seluas hampir seperempat halaman koran. Sementara Pemerintah Tangsel sendiri memasang iklan ucapan terima kasih dengan luas lebih dari setengah halaman koran,” pungkasnya. (fn)