oleh

Membatasi Gerak-Gerik Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Mantan Panglima TNI Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmantyo mengaku bingung. Baru-baru ini, dua aktivitasnya dijegal sejumlah pihak. Pertama, pidatonya di Surabaya tiba-tiba disetop sejumlah orang. Yang kedua, saat akan berziarah ke TMP Kalibata sempat dilarang Dandim Jakarta Selatan Kolonel Inf Ucu Yustiana.

Gatot pun tak tinggal diam. Dia meminta penjelasan kenapa kegiatannya tersebut dilarang. Sempat terjadi perdebatan cukup panjang antara Gatot dengan pihak berwenang.

banner 1280x904

Dilarang Ziarah ke TMP Kalibata

Gatot Nurmantyo sempat dilarang ziarah ke TMP Kalibata oleh Dandim Jakarta Selatan Kolonel Inf Ucu Yustiana. Gatot yang saat itu ditahan masuk ke TMP sempat berdebat dengan Dandim. Dia meminta penjelasan alasan pelarangan tersebut.

Ucu mengatakan bukan melarang Gatot berziarah. Namun, dia hanya mengingatkan terhadap para rombongan agar tetap mengikuti protokol kesehatan yang sudah ada. Menurutnya, saat itu ada ratusan massa yang hadir untuk melakukan penyekaran di TMP, Kalibata.

“Sebenarnya bukan berdebat, saya cuma mengingatkan untuk protokol kesehatan selama PSBB di Jakarta, terutama pembatasan jumlah orang untuk melaksanakan kegiatan ziarah dan beliau menerima penjelasan saya,” kata Ucu Yustiana saat dikonfirmasi merdeka.com, Jakarta, Rabu (30/9).

Baca juga  Jalin Kerjasama di Bidang Pertahanan, Perusahaan Swedia Beri Anggota TNI Beasiswa

Tanggapan Gatot Nurmantyo

Gatot Nurmantyo mengaku bingung niatnya untuk berziarah ke makam pahlawan sempat dilarang. Padahal selama menjadi TNI, tak pernah kegiatan tersebut dilarang.

Dia sempat menanyakan kepada Dandim Jakarta Selatan Kolonel Inf Ucu Yustiana kenapa ziarahnya dilarang. Setelah berdebat cukup panjang, akhirnya Gatot dan rombongan diperbolehkan masuk ke TMP, Kalibata. Namun dibatasi hanya 30 orang saja.

“Saya tanya kenapa seperti ini? Saya bilang kami ini akan ziarah ke makam pahlawan, khususnya pahlawan revolusi. Kamu sebagai prajurit punya sumpah prajurit yang Saptamarga. Dan sama makam pahlawan ini kamu bertanggungjawab sama Tuhan yang Maha Esa. Akhirnya Dandimnya ‘Pak bisanya 30 karena pangdam juga 30’. Setelah saya cek ternyata lebih dari 30 (orang) juga,” kata Gatot dikutip dari YouTube TvOne.

Baca juga  Tak Ada Intimidasi, Tak Ada Paksaan, Percayakan Pada Kepolisian dan Bawaslu

Pidato Disetop di Surabaya

ebelum peristiwa larangan ziarah ke TMP, Kalibata, pidato Gatot Nurmantyo sempat dihentikan oleh sejumlah orang berpakaian preman, Senin (28/9). Pidato itu dalam acara silaturahmi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Surabaya.

Sejumlah orang yang mengatasnamakan ‘Surabaya Adalah KITA’ (Koalisi Indonesia Tetap Aman) meminta acara tersebut dihentikan. Mereka juga mengadang menghalangi setiap orang yang hendak memasuki tempat acara. Akhirnya, acara KAMI gagal terselenggara.

Alasan Dibubarkan

Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Andri Adi Kusumo mengatakan, aksi digelar karena pihaknya tidak ingin ada kelompok tertentu yang merongrong kewibawaan pemerintah. Menurutnya, KAMI adalah bentuk trik politik yang ingin menyerang pemerintahan yang sah.

“Surabaya sekarang sedang memerangi Covid-19 dan mereka (KAMI) justru menggalang kerusuhan. Maka, kami menolak semua kegiatan KAMI,” ujarnya, Senin (28/9). (mer)

Komentar