oleh

Melanggar Protocol Kesehatan, Ketua Umum Kapten dan Gugus Tugas Pemuda Anshor ini Tuntut Berhentikan Lion Air dari Semua Rute

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Tidak mematuhi aturan protocal kesehatan, Manajemen Lion Air digugat oleh Ketua Umum Komunitas Penyedia Tenaga Kerja Internasional Indonesia (KAPTEN) Indonesia, Abdul Rauf. Dalam gugatan tersebut Abdul Rauf menuntut agar Kepala Gugus Tugas Nasional untuk mengevaluasi dan memberi sanksi seberat-beratnya kepada pihak maskapai Lion Air.

Menurut Abdul Rauf yang juga termasuk petugas Gugus Gerakan Pemuda Anshor, terjadi accident pada pesawat Lion JT 778 penerbangan dengan rute Jakarta-Makassar, yang menurutnya Lion Air tidak mengindahkan protocol kesehatan Covid-19 disebabkan pesawat Lion Air melakukan Over Kapasity penumpang diatas 70 %.

banner 1280x904

“Kemaren Rabu, 24 Juni 2020 sekitar pukul 07.50 WIB terjadi Accident di Pesawat Lion JT 778 penerbangam dengan rute Jakarta-Makassar, kami protes atas ketidaknyamanan kondisi diatas pesawat karna Lion over Kapasity atas penumpang diatas 70 % sesuai aturan Pandemik Covid 19 dan pihak lion tidak mengindahkan semua aturan covid,” terang Ketua Umum Kapten Indonesia Abdul Rauf kepada media, Jakarta, Kamis (25/06).

Baca juga  Rugikan Negara, BP2MI dan Kapten Indonesia Sepakat Berantas Mafia Tenaga Kerja
kondisi dalam pesawat Lion Air JT 778

Atas kejadian tersebut, aktivis pemuda Anshor ini mendesak agar Kepala Gugus Tugas Nasional melakukan evaluasi pada manajemen Lion Air. Bahkan, lanjut Rauf, bila perlu Lion Air dihentikan semua rute penerbangan. Tidak hanya itu, dalam keterangan Ketua Umum Kapten Indonesia, tanpaknya Lion Air melakukan unsiur kesengajaan dengan melakukan over capasity penumpang, padahal sesuai aturan protocaler kesehatan, pesawat komesial tidak boleh melebihi 70 persen penumpang di dalam pesawat saat melakukan penerbangan.

“Maka kami atas nama Petugas Gugus Tugas Gerakan Pemuda ansor dan sekaligus Ketua Umum Komunitas Penyedia tenaga Kerja Internasional (KAPTEN) Indonesia mendesak kepada Kepala Gugus Tugas Nasional Mengevaluasi dan memberi Sangsi seberat-beratnya kepada pihak Maskapai Lion dan bila perlu Lion dihentikan penerbangannya keseluruh rute,” tegas Abdul Rauf.

Kesengajaan itu, terang Rauf, Lion Air lebih mementingkan keuntungan perusahaan daripada keamanan dan kesehatan penumpang.

“Karna ada unsur sengaja mementikan perusahaan dari kondisi keamanan Penumpang secara kolektif, ketika kami.menyampaikan protes pihak lion mengabaikan semua kondisi yang terjadi termasuk Pilot Lion tidak mengindahkan dengan tetap menerbangkan Pesawat JT 778 tujuan Makassar,” lanjutnya.

Baca juga  Membuka Kemitraan dengan Perusahaan Jepang, Berikut Wawancara Bersama Ketum Kapten Indonesia

Atas Kapten Indonesia menuntut Maskapai Lion atas kejadian tersebut, dan mengajak kepada seluruh masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan dengan memakai maskapai LION dengan manajmen amburadul tampa mengindahkan peraturan Covid 19 yang sudah menjadi kondisi Kecemasan Nasional bahkan dunia internasional saat ini.

“Untuk itu dengan tegas kami menyampaikan kepada Gugus Tugas Ñasional mengambil tindakan sesegara mungkin dan apabila tidak ada upaya solusi, Maka, kami akan menuntut pemeritah untuk membekukan Maskapai Lion yang tidak profesional dalam hal menjalankan aturan penerbangan kepada keamanan penumpang, Lion mencuri kesempatan dengan mengambil penumpang sebanyak-banyaknya untuk meraut keuntungan di masa Pandemik ini,” tutupnya. (aw)

Komentar