oleh

Melalui Diskusi, Leaders Center Kembali Serukan Pilkada Damai yang Demokratis

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Setelah sukses menyelenggarakan Diskusi Publik bertema “Mewujudkan Pilkada yang Damai, Aman, dan Demokratis” pada Sabtu, 4 Februari 2017, Leaders Center kembali adakan agenda dengan tema yang sama hari ini, Sabtu (8/2/2017).

“Kami sengaja menghadirkan tema yang sama seperti sebelumnya di diskusi publik hari ini. Tema ini masih sangat relevan mengingat ini momen menjelang Pilkada. Tapi ke depan, di diskusi Leaders Center selanjutnya, kemungkinan tema baru akan berubah,” kata Watir Pradhika selaku pihak penyelenggara.

banner 728x419

Seperti diketahui sebelumnya, tema yang diangkat Leaders Center ini tak lain hendak membawa isu yang sangat dibutuhkan bagi perkembangan perpolitikan Indonesia. Terutama mengingat panasnya gejolak di DKI Jakarta, tema ini menjadi krusial untuk diperbicangkan, setidaknya menjadi satu upaya menghadirkan Pilkada DKI sebagai contoh ideal yang patut ditiru dalam pelaksanaan Pilkada di daerah-daerah Indonesia lainnya.

Sebagai Ibukota, tentu saja Pilkada DKI Jakarta harus menjadi barometer, prototype, contoh ideal bagi penyelenggaran Pilkada Nasional Tahap II. Mulai dari pendataan sampai pemilihan, semuanya harus clear. Isu-isu yang tidak bagus seperti black campaign dan money politic harus sebisa mungkin dihindari,” tegas Adi Prayitno saaat menjadi pembicara di diskusi publik Leaders Center sebelumnya.

Jika kemarin Leaders Center menghadirkan pengamat politik dari Polical Literacy Institute tersebut beserta pembesar ormas dari Front Pembela Islam (FPI) Novel Chaidir Bamukmin dan Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Ustadz Muh. Khaththath, kali ini mendatangkan Ray Rangkuti (Pengamat Politik LIMA), Burhanuddin Thomme (Bawaslu DKI Jakarta), dan Karman BM (Ketum GPII) sebagai pembicara. Adapun Ulil Abshar Abdallah (Jubir Partai Demokrat) yang juga diundang bersama tiga pembicara di atas, tidak hadir dengan alasan kesibukan.

“Dia (Ulil) sudah memberi konfirmasi tak bisa hadir karena harus mengurus kegiatan partai,” kata Watir.

Dan di hadapan para peserta juga wartawan, ketiga pemateri memaparkan pandangannya sehubungan dengan penyelenggaran Pilkada DKI ke depan. Sebagaimana yang ditegaskan oleh Bawaslu, Pilkada harus berjalan damai dan demokratis tanpa kecurangan di TPS.

“Bawaslu akan mengupayakan terobosan untuk melakukan perekaman atau pengawasan berbasis IT. Hal ini guna memudahkan dalam hal penanganan pelanggaran di TPS,” terang Buhanuddin Thomme. (ms)

Komentar

Berita Lainnya