oleh

Mampir ke Sentra Industri Kripik Tempe di Malang, Sandiaga: Ini Tempe Setipis ATM

MALANG, SUARADEWAN.com — Dalam roadshow kampanye di Malang Raya, Sandiaga Uno sempat mampir ke sentra industri kripik tempe di Kelurahan Sanan, Kota Malang. Di sentra ini, Sandiaga dicurhati soal kedelai impor dan harga elpiji 3 kg yang terus naik.

Sejumlah perajin yang berada di RW 15 menemui Sandiaga dan menyampaikan keluhan mereka tentang kedelai impor yang masih menjadi bahan baku utama kripik tempe buatan mereka.

banner 1280x904

Yang menjadi persoalan adalah mereka selalu was-was ketika kurs dolar AS naik, sebab ini juga mempengaruhi harga kedelai.

“Kita masih pakai kedelai impor, harganya ikut dolar. Sehari bisa habiskan 30 ton dengan jumlah perajin mencapai 600 orang,” ungkap Ketua Paguyuban Perajin Kripik Tempe Sanan, M Arif Sofyan Hadi, di hadapan Sandiaga, Jumat (23/11/2018).

Baca juga  Jadi Tren Pencarian Netizen, Ini Harta Kekayaan Sandiaga Uno Cawapres Prabowo

Arif turut menyampaikan harapan besar terkait harga elpiji ukuran 3 kg. Mereka mengaku konsumsi elpiji jenis tersebut bisa mencapai 1.500 tabung dalam sehari, untuk itu mereka berharap subsidi bahan bakar ini tidak dicabut.

“Subsidi elpiji melon juga jangan dicabut. Konsumsi kita cukup banyak,” tambah Arif.

Menanggapi hal ini, Sandiaga mengaku baru pertama ini menemukan tempe setipis kartu ATM. “Ini teman-teman, saya baru pertama kali bertemu dengan tempe setipis ATM,” ujar Sandi.

Menurut Sandiaga, penting mengembangkan kedelai lokal agar harga jual lebih terjangkau oleh perajin tempe. “Kalau bisa produksi kedelai sendiri, kenapa tidak? Harus ada keberpihakan kepada rakyat. Karena bahan baku tempe masih tergantung impor,” tuturnya.

Baca juga  Teman Karibnya Erick Thohir Jadi Ketua Timses Jokowi-Ma'ruf, Sandiaga Uno Khawatir

Ia pun menyakinkan kondisi tersebut akan berubah bila dirinya dan Prabowo Subianto memenangkan Pilpres 2019 mendatang. Swasembada kedelai bakal diwujudkan, begitu juga dengan harga elpiji stabil dan terjangkau.

“Elpiji harga naik pasti akan langka. Kenapa harganya terus dinaikkan? Pastinya harus memperhatikan kepentingan rakyat. Nanti 2019 bila saya terpilih akan berbeda,” tutupnya. (det)

Komentar