Mahathir Tak Mau disebut Menghina Orang Bugis

Mahathir Tak Mau disebut Menghina Orang Bugis

KUALALUMPUR, SUARADEWAN.com - Ucapan rasis yang sempat diujar mantan Perdana Menteri Dr Mahathir Mohammad membuat ramai sejumlah nitizen, terlebih ket

Kisah Rantau dan Abad Sebuah Tulisan
1000 Tokoh Bugis-Makassar Deklarasikan Dukungan ke Sandiaga Uno
Pergi Haji Adalah Kebanggaan Orang Bugis

KUALALUMPUR, SUARADEWAN.com – Ucapan rasis yang sempat diujar mantan Perdana Menteri Dr Mahathir Mohammad membuat ramai sejumlah nitizen, terlebih ketersinggungan ini langsung menjurus kepada etnis Bugis.

Membantah hal tersebut, Mahathir Mohamad mengatakan bahwa ucapannya tersebut tidak membicarakan secara umum orang Bugis. Sebagaimana dilansir MalaysiaKini, Sabtu, berbicara di hadapan 2.000 pendukungnya di Alor Setar Jumat (20/10) malam, Mahathir berkata pernyataan yang dibuatnya hanya merujuk kepada “perampok yang mencuri uang rakyat”.

“Saya tak hina orang Bugis, orang Bugis ada yang baik, tapi perampok pun ada juga. Salahkah bilang begitu. Apakah orang Bugis tidak berkata kalangan orang Bugis tak ada perampok, ada,” kata Mahathir dalam ucapan di majelis rapat umum di Dataran Stargate di Alor Setar itu pula.

Baca juga  PDI Perjuangan: Kemenangan Mahathir adalah Kemenangan Narasi Politik Beradab

Baca juga:

Tentu saja, ucapan rasis yang dinilai nitizen sangat mentelanjangi suku bugis yang berasal dari Sulawesi Selatan. Perlu diketahui, suku bugis merupakan etnis terbesar yang ada di tanah Makassar, Sulawesi Selatan. Dalam perkembangannya, suku Bugis tersebar di berbagai negara dengan menjadi pedagang, nelayan, birokrat dan ulama.

Mereka menjadi penggerak ekonomi di suatu daerah. Paling tidak simbol orang-orang Bugis seperti BJ Habibie yang ahli Teknologi dan juga Presiden ke 3 Indonesia, Jusuf Kalla yang seorang pengusaha dan saat ini menjadi wakil presiden, Syeikh Yusuf Al-Makassari sebagai simbolis ulama yang menjadi ulama besar di Afrika, serta Jenderal Jusuf yang pernah menjadi Panglima TNI di era Soeharto.

Baca juga  195 TKI Ikut Ditahan Otoritas Malaysia Bersama 1500 Pekerja Ilegal

Sebelumnya, Mahathir dilaporkan menyebut Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak,  berasal dari lanun Bugis yang sesat ke Malaysia dan memintanya balik ke Bugis. Bahkan ia mengatakan bangsa Bugis ini adalah penyamun, perompak. Pernyataan Dr Mahathir itu, membuat Persatuan Perpaduan Rumpun Bugis Melayu Malaysia (PPRBMM) protes di hadapan Yayasan Kepemimpinan Perdana 18 oktober lalu. (AW/ko)

COMMENTS

DISQUS: