Luar Biasa, 30 Perempuan Islam Indonesia ini Raih Australia Award

Luar Biasa, 30 Perempuan Islam Indonesia ini Raih Australia Award

Peran Perempuan Dalam Perubahan Iklim
Perempuan Lintas Iman: Perempuan Agen Perdamaian, Perempuan Tolak Terorisme
Apakah Suara Perempuan Termasuk Aurat?

AUSTRALIA, SUARADEWAN.com – Sebanyak 30 tokoh perempuan Islam dari Indonesia mendapatkan Australia Award dalam bidang Pengembangan Perempuan Organisasi Islam yang digelar di Deakin University Corporate Center, Melbourne, Australia.

Dari 30 orang itu, 11 orang di antaranya berasal dari Sulawesi Selatan (Sulsel). Mereka adalah Rektor Universitas Islam Makassar (UIM) Andi Madjah Agus Arifin Nu’mang; Rektor UMI, Masruroh Mokhtar; Ketua IMMIM, Nur Fadjri FL; Ketua PW Aisyiyah, Nurhayati Aziz; Dosen UIN Alauddin Makassar, Amrah Kasim; Dosen UMI, Nurjannah Abna; PW Muslimat NU Sulsel, Setyawati Yani; Gur besar UIN Alauddin Makassar/IMMIM, Syamsudduha; Dosen Unismuh Makassar, Nurlinda Azis; dan Yuspiani Naro.

Prof Brenda Cherednichenko, Dekan Fakultas Seni dan Pendidikan Universitas Deakin mengapresiasi atas diselenggarakannya acara tersebut.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut kerjasama Konsulat Jendral Australia di Makassar melalui Australia Award dengan Deakin University dengan mengutus 30 tokoh perempuan Islam di Indonesia untuk mengikuti studi tentang pengembangan kepemimpinan perempuan dalam organisasi Islam di Melbourne.

Acara tersebut bertujuan mengembangkan pengetahuan dan wawasan kepemimpinan serta meningkatkan keterampilan dalam mengelola organisasi. Perubahan dalam perempuan harus dilakukan perempuan itu sendiri.

Sementara itu, Dr Rebecca Barlow, peneliti senior Alfred Deakin Institute pada bidang pemberdayaan perempuan menjelaskan bahwa pertemuan hari pertama output yang ingin dicapai adalah meningkatkan pemahaman peserta tentang perlunya keberagaman dalam kepemimpinan.

Selain itu, melakukan identifikasi secara mendalam untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan dam membuat perubahan.

Para penerima beasiswa dibekali dengan berbagai pengetahuan mengenai kepemimpinan perempuan, peranan perempuan dalam komunitas Islam di Australia serta terlibat dalam berbagai diskusi interaktif.

Selain itu peserta juga mengunjungi organisasi multikultural dan organisasi perempuan pertemuan tingkat tinggi panel narasumber dan sesi pembinaan (networking), kegiatan ini juga peserta dipertemukan perempuan yang berpengaruh dari berbagai bidang termasuk kesehatan, media, bisnis serta sektor nirlaba serta mereka yang bergerak di politik lokal negara bagian dan federal Australia.

Mengutip pernyataan konsulat Australia Makassar Richard Matthew saat membuka orientasi di Hotel Sheraton Four Point Makassar mengatakan bahwa program ini dirancang untuk memberdayakan penerima Australia award di Indonesia dengan pengetahuan dan keterampilan yang mendukung partisipasi perempuan di angkatan kerja, selain itu untuk menghilangkan hambatan struktural kebudayaan dan internal serta mentransformasi hubungan kekuasaan. Khusunya bidang-bidang yang didominasi kaum laki-laki.

Tak hanya itu, acara tersebut juga untuk memberdayakan penerima beasiswa untuk menjadi pemain utama dalam meningkatkan pembangunan ekonomi sosial dan kebudayaan di organisasi serta masyarakat luas serta membangun jejaring global bagi pemimpin perempuan masa depan.

Pada Sore hari waktu di Melbourne Australia, kami dibagi dalam group kecil lalu mempresentasikan proposal project yang akan kami laksanakan setiba di tanah air. Banyak hal yang dapat diadopsi seperti teknik penggunaan media dan materi diskusi, model pembimbingan yang efektif dan efisien. Hal ini diamini Rektor UIM Majdah Agus Arifin Nu’mang dan Rektor UMI Masrurah Mokhtar.

Hari kedua, 19 September 2017
Tujuan kegiatan mengidenfitifkasi program yang berhasil dalam mendorong keberagaman budaya dan agama mengenal best practice dalam mendorong meningkatkan tolerensi dalam masyarakat multikutural di Australia, mengidenfitikasi tantangan yang dihadapi pemimpin perempuan di Australia. Peserta dibawa melakukan kunjungan ke beberapa organisasi sosial kemasyarakatan diantaranya mengunjungi the Victoran Multicultural Commision (VCMC) atau Komisi Multicultural Victoria suatu organisasi sosial kemasyarakatan yang banyak memberikan masukan kepada pemerintah Victoria mengenai berbagai kebijakan terkait isu-isu multikultural diantaranya keberagaman budaya bahasa dan agama yang ada di Victoria.

Pada pertemuan ini, komisi Victoria memberikan informasi mengenai fungsi dan tujuan organisasi yang difokuskan pada peran organisasi dalam mendorong pemberdayaan perempuan dalam keberagaman.

Selanjutnya perjalanan dilanjutkan ke Multicultural Centre for Women Health (MCWH) atau Pusat Multikuktural untuk Kesehatan Perempuan, MCWH adalah organisasi nasional yang berbasis kimunitas yang berkomitmen untuk memajukan kesehatan dan kesejahteraan perempuan imigran dan pengungsi melalui kepemimpinan, pendampingan pendidikan, bahasa, aksi sosial penelitian dan peningkatan kapasitas perempuan. Kunjungan ke lembaga ini, delegasi langsung berinteraksi dengan pemimpin perempuan MCWH dan berdiskusi bagaimana aksi mereka dalam meningkatkan kapasitas dan memajukan kesehatan serta kesejahteraan perempuan.

Organisasi ini juga melakukan kampanye dan advokasi sebagai program utama untuk membantu perempuan korban tindak kekerasan dan termarginalkan dengan berusaha memperbaiki keadaan mereka dengan baik dalam bentuk pendampingan. Di lembaga ini kami juga dijamu makan siang dengan suasana penuh kekeluargaan.

Setelah makan siang, acara dilanjutkan kunjungan ke lembaga Hak azasi Perempuan Muslim Australia yang diterima oleh Jasmine, lembaga ini merupakan lembaga nirlaba yang bertujuan memajukan dan memperjuangkan hak azasi perempuan muslim di seluruh Australia.

Alhamdulillah dari kunjungan ke beberapa organisasi di hari kedua ini kami banyak belajar mengenai kehidupan dan kegiatan komunitas Muslim di Australia yang berada di lingkungan multikultural di negara yang mayoritas non muslim, mereka hidup berdampingan umumnya memanfaatkan sifat multikultural mereka dan dewasa dalam menyikapi perbedaan dan keragaman.

Hari Ketiga, 20 September 2017
Agenda kegiatan hari ketiga dengan tujuan meningkatkan pemahaman mengenai perlunya keberagaman dalam kepemimpinan, selain itu melakukan identifikasi cara meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan membuat perubahan meningkatkan kemampuan perempuan dalam berpikir dan bereaksi secara cerdas. Kegiatan hari ketiga diawali dengan pertemuan dengan Asosiasi Pemimpin Wanita Pemerintah Lokal. (aw)

sumber: teropongkota.com

COMMENTS