oleh

LSM Gerhana Bakal Sambut Kedatangan Presiden di Bombana Dengan Aksi Massa

BOMBANA, SUARADEWAN.com — Rencana kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo ke Sulawesi Tenggara (Sultra) Bakal disambut dengan aksi demonstrasi, oleh berbagai elemen masyarakat dan jaringan Mahasiswa. (21/10/2020)

Aksi massa menyambut kedatangan Presiden Jokowi tersebut tidak hanya di ibukota kendari, melainkan di berbagai daerah termasuk di Bombana, wilayah kawasan pabrik gula yang rencana dikunjungi Presiden.

banner 1280x904

Direktur Eksekutif Gerakan Pemerhati Hukum Dan Kebijakan Daerah (Lsm GERHANA) Mayon Susanto Husin, mengatakan bahwa kedatangan Presiden Jokowi adalah momentum emas untuk menyampaikan pesan atas kegelisahan masyarakat selama ini, khususnya di daerah Bombana atas segala kebijakan pembangunan daerah yang merugikan Negara dan tidak pro rakyat.

Sebut saja, kata alumni Green Movement Ini, Kerusakan Lingkungan dan Hutan, akibat ulah penambangan emas di Bombana, namun tidak memberikan manfaat untuk masyarakat dan daerah.

Begitu juga terjadi di pulau kabaena, pulau kecil yang secara Hukum tidak boleh ada kegiatan pertambagan, justru menjadi milik para oligarki dengan alibi investasi hingga terjadi kerusakan dan pencemaran lingkungan.

Baca juga  Pekerjaan Pembangunan Perpustakaan Bombana Diduga Tidak Patuhi Protokol Covid-19

Mantan aktivis HMI ini juga menyebutkan Penegakan Hukum atas segala kebijakan pembangunan daerah Yang merugikan keuangan negara, hanya diam di tempat.

“Kasus runtuhnya pelabuhan paria, ini harus disampaikan kepada presiden, sebab saya bingung dengan penegakan hukum di daerah ini, Presiden kita pak Jokowi itu orang baik dan dekat dengan rakyat, olehnya itu jangan halangi kami untuk sampaikan pesan ini semua kepada beliau,” ucapnya di Bombana

Lanjut Mayon, kerusakan Ruas Jalan Nasional dan Jalan Kabupaten akibat pengangkutan Raw Sugar (Gula mentah Impor) yang Over Cargo menuju pabrik gula holding PT. Jhonlin Batu Mandiri, belum dibereskan hingga saat ini, hingga banyak menyebabkan pengendara jadi korban kecelakaan tunggal.

“Ada yang ditambal sama balai jalan beberapa titik saja. Sepanjang jalan masih bolong – bolong, yang jelas ini merugikan masyarakat. Termasuk KPHP Tina Orima selama ini selalu menutup ruang komunikasi, padahal LSM Gerhana ini adalah salah satu penggagas KPHP Tina Orima. ini semua wajib diketahui oleh presiden jadi jangan halangi kami,” tegas salah satu penggagas KPHP Tina Orima ini.

Baca juga  Alfamidi Serahkan 100 Paket Sembako Peduli Covid-19 di Kabupaten Bombana

“Kami akan undang semua pihak yang satu pemikiran dengan kami. Kami juga akan libatkan masyarakat sekitar wilayah Jhonlin yang selama ini terdampak atas aktifitas Perusahaan,” ujar Mantan aktivis HMI ini.

Untuk itu, melalui pemberitaan ini, Mayon menitip pesan kepada semua pihak agar andil dalam gerakan rakyat yang rencananya akan di bangun pada 22 Oktober mendatang.

“kawan-kawan aktivis dan mahasiswa juga sudah laporkan sudah siapakan itu di kendari,” pungkasnya. (asb)

Komentar