oleh

Longgarkan Lockdown, Jerman Catat Kenaikan Kasus Covid-19

BERLIN, SUARADEWAN.com — Infeksi virus corona tipe baru atau Covid-19 di Jerman mengalami kenaikan setelah beberapa hari negara itu melonggarakan pembatasan sosial. Hal ini tentu meningkatkan kekhawatiran bahwa pandemi Covid-19 di negara itu sekali lagi dapat lepas kendali.

Institut Robert Koch (RKI) untuk pengendalian penyakit mengatakan, jumlah harian orang yang terinfeksi meningkat. Jumlah orang sakit yang terinfeksi Covid-19 yang dikenal dengan tingkat reproduksi atau R, telah mengalami kenaikan menjadi 1,1, yang berarti setiap orang yang terinfeksi rata-rata menginfeksi lebih dari satu orang lainnya.

banner 1280x904

Pihak berwenang di Jerman dan di seluruh dunia bertujuan untuk menjaga nilai di bawah satu, yang akan menunjukkan penurunan jangka panjang dalam tingkat infeksi. Angka R adalah 0,65 baru-baru ini pada Rabu. Lompatan sebelumnya di atas garis 1,00 memicu keraguan ke dalam strategi pemerintah untuk memudahkan lockdown.

“Munculnya estimasi nilai-R membuatnya perlu memantau perkembangan dengan sangat hati-hati dalam beberapa hari mendatang,” kata RKI dikutip Deutuche Welle, Ahad.

Baca juga  Begini Gambaran Kondisi Lockdown di Eropa

Seorang anggota parlemen dari Demokrat Sosial dan profesor epidemiologi, Karl Lauterbach memperingatkan bahwa virus corona baru dapat mulai menyebar lagi dengan cepat setelah melihat kerumunan besar orang keluar rumah dan sekitarnya.

“Harus diharapkan bahwa tingkat R akan melampaui 1 dan kami akan kembali ke pertumbuhan eksponensial,” kata Lauterbach dikutip The Guardian, Ahad.

Baca juga  Indikasi Terpapar Covid-19, Tim Gugus Tugas Konut Sambangi Warganya

“Langkah-langkah melonggarkan itu dipersiapkan dengan terlalu buruk,” ujarnya menambahkan.

Kanselir Angela Merkel tunduk pada tekanan dari para pemimpin 16 negara federal Jerman untuk memulai kembali kehidupan sosial dan menghidupkan kembali ekonomi. Dia pun mengumumkan langkah-langkah pelonggaran pembatasan sosial pada Rabu lalu yang mencakup lebih banyak pembukaan toko dan kembali dibukanya kegiatan belajar-mengahar di sekolah secara bertahap.

Pada saat yang sama, ia meluncurkan darurat penghentian untuk memungkinkan diberlakukannya kembali pembatasan jika infeksi meningkat lagi. (republika)

Komentar