oleh

Legislator Palembang Ditangkap BNNP Sumsel Aktor Intelektual Bandar Besar Narkoba

PALEMBANG, SUARADEWAN.com — Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan menangkap seorang Anggota DPRD Palembang berinisial D (Fraksi Golkar) dan lima orang lain. Barang bukti diamankan lima kilogram sabu dan ribuan butir ineks.

Kepala BNNP Sumsel Brigjen Jhon Turman Panjaitan mengungkapkan, D diduga kuat berstatus sebagai bandar narkoba yang cukup besar di Palembang. Dia memiliki jaringan atau sindikat peredaran hingga menguasai beberapa daerah di Sumsel.

banner 1280x904

“Ya, D itu aktor intelektualnya, dia pengatur jaringan itu atau bandarnya,” ungkap Jhon, Selasa (22/9).

Dari informasi sementara, D menjalankan bisnis haram tersebut sudah lama. Namun, dirinya tidak mengetahui apakah sejak menjabat anggota DPRD Palembang atau sebelumnya.

“Yang pastinya sudah lama,” ujarnya.

Menurut dia, lima orang yang ditangkap bersama D masih didalami penyidik. Namun kemungkinan besar mereka adalah anak buah D dalam menjalankan bisnis itu.

Baca juga  Pelaku Jual Narkoba Vape Liquid Lewat Instagram

“Ada yang pengedar, ada kurir, ada lainnya, namanya juga sindikat,” kata dia.

Jhon menyayangkan seorang anggota legislatif terlibat dalam peredaran narkoba, bahkan berstatus bandar. “Ya mestinya seorang anggota dewan tidak begitulah,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, seorang anggota DPRD Palembang berinisial D ditangkap Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan karena menyimpan lima kilogram sabu dan ribuan butir ineks. Pelaku langsung digiring bersama lima rekannya.

Kepala BNNP Sumsel Brigjen Jhon Turman Panjaitan mengungkapkan, pelaku dan rekan-rekannya ditangkap di Jalan Riau, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, Selasa (22/9). Barang bukti disita 5 kg sabu dan ribuan butir ineks.

Baca juga  DPR: Over Capacity Lapas di Indonesia disebabkan Napi Kasus Narkoba

“Benar, kita amankan enam orang, dari enam orang itu satu diantaranya anggota DPRD Palembang berinisial D. Barang bukti 5 kg sabu dan ekstasinya ribuan, (pastinya) belum dihitung,” ungkap Jhon.

Dari kelima rekan D, dua diantaranya perempuan dan sisanya laki-laki. Mereka disinyalir anak buah D.

“Diduga D itu pelaku intelektualnya, bisa dikatakan bandar,” kata dia.

Namun, penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap para pelaku untuk mengungkap peran masing-masing. Sementara barang bukti dibawa dari Aceh tujuan Palembang.

“Memang sudah lama kami intai dan kami berhasil menangkapnya,” ujarnya. (mc)

Komentar