oleh

Legislator Nasdem Sarankan Pemerintah Segera Lockdown Jabodetabek

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Anggota DPR RI Ahmad Sahroni (Fraksi Nasdem/ Dapil Jakarta) yang juga anggota Komisi III DPR RI mendorong pemerintah segera menetapkan lockdown atau karantina wilayah Jabodetabek.

Hal ini menurutnya sebagai langkah preventif pemerintah dalam mengatasi virus corona (covid-19).

banner 1280x904

“Berkali-kali saya sudah sarankan dan referensikan untuk menanggulangi covid-19 dengan langkah lockdown, terutama wilayah Jabodetabek,” ucap Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (28/3/2020).

Menurutnya, pemilihan Jabodetabek karena jumlah kasus positif virus corona menjadi yang terbanyak dibanding wilayah lainnya. Ditambah, kota tersebut memiliki tingkat mobilitas orang serta interaksi sosial yang tinggi.

Baca juga  Lebanon di Ambang Krisis Pangan Parah Akibat Pandemi Corona

Ia menilai, mengambil langkah karantina wilayah memang bukan hal yang mudah, karena berdampak sangat buruk terhadap perekonomian Indonesia.

“Tapi sekarang yang utama adalah bagaimana menyelamatkan nyawa dengan memutus mata rantai virus, yaitu melakukan lockdown. Jika tidak akan terjadi finansial and human crisis secara bersamaan,” tutur Sahroni.

Politikus Partai NasDem itu menyebut, ketika pemerintah memutuskan karantina wilayah, maka harus mempersiapkan secara matang, agar tidak terjadi kerusuhan saat mulai diterapkan karantina wilayah. Di mana, supermarket dan apotek harus tetap dibuka dengan pembatasan waktu dan pembelinya. Kemudian masyarakat tidak mampu, wajib dipenuhi kebutuhan pokoknya oleh pemerintah.

Baca juga  Audit Pandang Hukum; Pemerintah Pusat Vs Pemerintah Daerah Dalam Covid-19 di Indonesia

Selanjutnya, kata Sahroni, pemerintah harus memperbanyak hotline covid-19 agar masyarakat tidak kesulitan menghubungi tenaga medis untuk meminta pertolongan.

“Demi menghindarkan kerusuhan, pemerintah harus menyiapkan segala protokol yang dibutuhkan dengan menurunkan polisi maupun TNI untuk melakukan patroli,” ucap Sahroni.

Petugas yang berpatroli, kata Sahroni, harus menindak tegas jika ada masyarakat yang ke luar rumah, tanpa ada alasan yang sangat darurat.

“Selain itu, dalam masa lockdown tetap dilaksanakan rapid test, yang dilakukan sejumlah tenaga medis dengan mendatangi rumah-rumah warga,” paparnya. (tri)

Komentar