oleh

Ledakan Tembakan Ditengah Genjatan Senjata di Marawi

MARAWI, SUARADEWAN.com – Genjatan senjata selama delapan hari oleh Militer Filipina terhitung sejak hari lebaran pada Minggu (25/6/2017). Hal tersebut, dikarenakan untuk menghormati umat Islam yang sedang melaksanakan hari Raya Idul Fitri.

Namun, insiden tak terduga terjadi. Dikatakan, setelah delapan jam genjatan senjata disepakati sejak pukul 06.00 waktu setempat, terdengar telah terjadi tembakan pada pukul 14.00.

banner 1280x904

Kesaksian ini disampaikan wartawan AFP, yang bertugas di Marawi.

Baca juga  Kapolri: Peran Ulama Sangat Penting Dalam Menangkal Paham Radikal

Genjatan senjata yang diberi nama “Jeda Kemanusiaan” disampaikan oleh Panglima Militer jenderal Eduardo Ano, menurutnya adalah untuk menjaga kesucian hari suci Islam yang dimana merupakan mayoritas penduduk di Marawi.

“Kami menyatakan jeda dalam operasi kami saat ini di kota pada hari ini, sebagai manifestasi rasa hormat kami yang tinggi terhadap kepercayaan Islam,” kata Ano dalam sebuah pernyataan.

Sebelumnya, perperangan terjadi antara militer Filipina dengan ratusan teroris yang menyatakan dirinya tunduk pada Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) yang belakangan ini telah menguasai wilayah selatan Mindanao sejak April.

Baca juga  BNPT: Anggota ISIS Menyebar di 16 Daerah di Jawa Timur

Akibat pertempuran dua kubu ini, telah banyak memakan korban jiwa. Pasukan Filipina pun telah meluncurkan serangan udara dan darat tanpa henti, namun gagal menyingkirkan orang-orang bersenjata dari posisi yang mengakar di kota itu. (aw/ko)

Komentar