oleh

Lebih Dekat Dengan Arifudin, Sosok Polri Inspirasi

BONE, SUARADEWAN.com – Sosok Polisi satu ini bisa menjadi inspirasi di kalangan Kepolisian lainnya, dia adalah Arifudin dengan pangkat Sersan Dua atau Serda lulusan 1999 angkatan 17. Meski profesinya sebagai anggota Polri sosoknya juga dipercayakan menjadi Insiminator Dinas Peternakan Kabupaten Bone, hal yang diluar ekpspektasi dari seorang perwira Polri yang saat ini menjabat sebagai Kanit Reskrim di Polsek Lamuru, Kabupaten Bone.

Namun, untuk mencapai posisinya saat ini perjuangan seorang Arifudin tak mudah, Ia dilahirkan dari kedua orang tua yang hidup miskin yang numpang tinggal di tanah milik pemerintah. Hari libur dimanfaatkan oleh Arifudin muda kerja jadi kuli bangunan, Ia pun jual es di sekolah untuk sekedar biayai sekolahnya dan buat beli pakaian, sepatu sekolah.

banner 1280x904

Sejak SD, Arifudin kecil juga pernah menjajakan sayuran dari desa ke desa, hal ini  yang terkadang Almarhum IbuNya sering meneteskan air mata saat itu. Saat SMP pun untuk ke Sekolah ia naik sepeda atau numpang dimobil truck, hal yang dinikmatinya hingga dia mendaftar menjadi Polisi dengan naik sepeda ke Polda Sulsel, namun biasanya sebelum tiba di Polda sepedanya disimpan tidak jauh dari Polda atau terkadang numpang sama teman sependaftaran di motornya.

Tekad Arifudin begitu kuat untuk menjadi seorang Polisi, perjuangan yang tak sia-sia dia pun diterima masuk menjadi Polisi, yang bahkan dia menyampingkan semua cibiran orang-orang yang memandang untuk menjadi seorang Polisi membutuhkan uang yang banyak.

“Tapi tidak ada yang terjadi melainkan atas ijin Allah, itu keyakinan saya bahwa ALLAH selalu menolong,” tuturnya.

Arifudin menjalankan tugasnya sebagai Polisi dengan bernafaskan langkah-langkah Nabi dan sahabat Nabi yakni Abu Bakar Siddiq RA.

“Saya pernah merasakan hidup kekurangan jadi saya tahu bagaimana pahitnya melewati kehidupan yang amat sulit itu hingga hati saya selalu tersentuh untuk membantu org lain,” katanya.

Arifudin kemudian memperistri Hasni Tawil, yang bekerja full sebagai Ibu rumah Tangga. Dari pernikahan ini mereka dikarunia dua orang anak, si sulung adalah perempuan bernama Fiqriyah Arifah insya Allah tahun ini sudah masuk perguruan tinggi, dan yang bungsu laki-laki bernama Muh.Fahrul Akbar. Anak laki-lakinya ini tanpak mengikut jejak papanya, anaknya rajin dan ulet serta cepat tanggap dan faham.

Arifudin juga mengasuh anak dari kemenakan Ibu-nya bernama Dea Ananda yang saat ini masih kelas 5 SD yang dipeliharanya sejak dia berumur 3 tahun karena org tuanya pisah atau korban perceraian. Selain itu, satu orang lagi perempuan dewasa yang merupakan sepupunya dari Makassar berumur 45 Tahun karena tidak mempunyai orang tua.

Disela-sela kesibukannya sebagai Polisi, Arifudin mulai mempelajari cara menyuntik Sapi, memelihara Ayam, dan dia juga mengasuh beberapa anak-anak yatim piatu. Kepada suaradewan.com dia cerita kenapa jadi inseminator

Baca juga  Kasus Pengeroyokan Advokat oleh Oknum Brimob, KAI Bone Minta Danyon Dicopot

“Saya sebenarnya dari kecil tertarik dengan bidang peternakan, sejak Sekolah Dasar saat itu saya mulai memelihara Ayam, Itik dan bahkan beberapa ekor Kerbau. Orang Tua saya seorang petani yang memag ulet dan dari semenjak kecil saya memang sudah terbiasa hidup apa adanya, dan sejak saat itu saya merasakan manfaat dari beternak dan Alhamdulillah saya bisa membiayai sekolah saya sampai selesai SMA,” ceritanya.

Lanjutnya, “Saat saya di bangku SMA sering bergabung dengan anak-anak atau teman dari SPP Lapawawoi Kab. Gowa dan sedikit-sedikit saya bisa mencuri ilmu mereka untuk saya terapkan. Bahkan kami sering sama-sama melakukan vaksinasi Ayam masyarakat pada saat itu sehingga saya sedikit-sedikit mengetahui tentang pengobatan dan cara vaksinasi ayam. Setelah saya lulus di Kepolisian dalam hal ini Polda Sulsel dan sekarang tugas di polres Bone, saya tetap melanjutkan hobby saya memelihara beberapa jenis Ayam namun bukan tuk diperjual belikan tapi buat konsumsi sendiri saat itu kalau tidak salah tahun 2009 silam,” kata Arifudin.

Setelah beberapa lama tinggal di Bone, Serda Arifudin kemudian mulai tertarik dengan ternak Sapi dan mencoba membeli beberapa ekor Sapi dan menyerahkan ke orang lain untuk dipelihara saat itu. Pada tahun 2014 silam Sapi yang dipelihara oleh beberapa orang masyarakat yang notabenenya mereka adalah para mantan pelaku kriminal saat itu, secara tidak langsung Arifudin memberikan pekerjaan setelah keluar dari lembaga pemasyarakatan sekaligus melakukan pembinaan dan pengawasan secara tidak langsung.

“Jadi sejak 2014 itu, disitulah saya memulai memelihara beberapa ekor sapi dan hasilnya sangat menjanjikan. Dan Alhamdulillah dari hasil Sapi tersebut saya bisa menyekolahkan adik saya dan saat ini sudah bekerja juga di salah satu perusahaan di Singapura, disamping itu beberapa orang kemenakan saya kuliahkan dan bahkan ada anak terlantar yang ikut saya sekolahkan dan tinggal bersama yang saat itu sudah tidak diterima lagi dilingkungannya karena berbagai kenakalan yang dilakukannya dan saat ini sudah kembali kekeluarganya. Dan Alhamdulillah sudah bisa hidup normal dilingkungan asalnya,” tutur Arifudin.

Menurutnya, beternak Sapi itu amat menunjang untuk menopang ekonomi, dijadikan pekerjaan sampingan disamping sebagai PNS karena kita bisa memanfaatkan waktu luang. Dia sangat bersyukur bisa menjadi seorang Polisi karena dari sini, dirinya bisa berinteraksi dengan masyarakat dan memulai segala apa yang bisa bermanfaat buat dirinya pribadi maupun terhadap orang lain.

“Pada tahun 2016 saya mulai tertarik dengan adanya program Dinas peternakan perihal perkawinan silam ternak sapi, melalui kawin suntik. Saat itu saya mencoba untuk mengikuti program tersebut dan akhirnya setelah beberapa kali Sapi milik saya dikawin suntik oleh insiminator setempat namun belum membuahkan hasil, hingga dalam hati dan pikiran saya timbul rasa keingintahun tentang pekerjaan itu. Dan Alhamdulillah gayungpun bersambut pada tahun 2019 tiba-tiba saya diberi kesempatan oleh Dinas Peternakan Kab. Bone untuk mengikuti pelatihan insiminator di Jawa Timur.  Tentu saja hal ini membuat saya sangat senang dan sedikitpun saya tidak pernah membayangkan kalau saya akan mendapatkan program pelatihan insiminator ini, mengingat saya adalah seorang anggota Kepolisian dan memang kelihatan aneh saja pada awalnya,” katanya.

Baca juga  Semakin Diminati, Pendaftaran PPBD SMKN 1 Bone Membludak

Kesempatan tersebut, tidak disia-siakan dan Arifudin pun menjadi salah satu insiminator di Disnak Kab. Bone. Menurut Ayah dari dua orang anak ini pekerjaan tersebut dijalani dengan enjoy diselah-selah tugasnya sebagai seorang Polisi, bahkan masyarakat bisa menerimany  dengan senang hati, hingga merasa nyaman juga mengabdi sebagai seorang inseminator.

“Alhamdulillah saya selalu turun ke Petani ternak apabila ada waktu luang diselah-selah tugas saya dan memberikan mereka petunjuk tentang cara beternak modern dan secara perlahan mengubah pola pikir mereka dan hal inilah yang masih sulit yaitu mengubah pola pikir dan merupakan tantangan dalam melaksanakan tugas dilapangan. Namun saya tetap berusaha melakukan upaya pendekatan kepada mereka dan Alhamdulillah beberapa orang diantara sekian banyak sudah mulai berubah dan selalu berkonsultasi apabila ada hambatan ataupun kendala yang mereka hadapi perihal ternak sapi mereka dan ini menjadi suatu kesyukuran tersendiri,” terangnya kepada media.

“Terutama kalau Sapi-Sapi mereka sudah lahir dari hasil Ib, biasanya para petani ternak langsung menyampaikan dan merasa sangat senang yang tentu saja membawa kepuasan dan kebahagiaan buat saya pribadi. Ternyata ilmu yang telah diberikan dan dipelajari sudah dapat saya manfaatkan dan bermanfaat buat masyarakat. Jadi pada intinya pekerjaan di wilayah itu atau di Desa sangatlah banyak buat generasi muda dan apabila mereka mau dan ulet saya yakin mereka bisa menjadi petani dan peternak yang handal dan menopang kebutuhan sandang dan pangan bangsa sehingga para pemuda tidak perlu berbondong-bondong ke Kota untuk cari kerja karena Kab. Bone ini cukup luas dan sangat menjanjikan apabila dikelola dengan benar dan jauh lebih berpotensi dari pulau Jawa,” lanjutnya.

Perlu juga diketahui bahwa sebelum Arifudin jadi inseminator, dia terbiasa ke beberapa Desa ditempat tugas saya sebelumnya untuk membantu masyarakat melakukan vaksinasi ayam bersama kedua orang anaknya. Ia melatih dan mengajak mereka setidaknya untuk mengenalkan kepada keduanya manfaat beternak dan pentingnya menjalin hubungan dengan masyarakat yang ada disekitar lingkungan kita.

“Pada intinya jangan berhenti untuk belajar dan belajar dengan tujuan yang benar dan bisa bermanfaat,” tutup Arifudin. (aa)

Komentar