oleh

Duduk Bersama, FPI dan FUI Ingin Pilkada yang Damai dan Demokratis

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahap II, praktik politik yang kurang elok, seperti black campaign dan money politic seolah tak terhindarkan lagi. Tidak hanya akan merusak citra perpolitikan nasional, tapi akibat utama dari praktik politik seperti ini hanya akan melahirkan disintegrasi diantara masyarakat.

Dalam rangka menjaga Pilkada dari praktik politik yang demikian, Leaders Center hadir dengan membawa isu yang sangat dibutuhkan bagi perpolitikan hari ini. Melalui Diskusi Publik, forum ini mengangkat satu tema yang memang krusial, yakni “Mewujudkan Pilkada yang Aman, Damai, dan Demokratis”.

banner 1280x904

Agenda yang terselenggara di Menteng, Jakarta Pusat pada Sabtu, 04 Februari 2017 ini, kiranya tepat mengingat panasnya gejolak perpolitikan nasiona hari ini. Terutama yang terjadi di Jakarta, tak hanya black campaign dan money politic berseliweran di mana-mana, saling serang antar-paslon dan pendukung pun juga nyata terlihat di lapangan. Hal inilah yang ditegaskan oleh Adi Prayitno, salah satu pembicara yang dihadirkan di forum Diskusi Publik.

“Sebagai Ibukota, tentu saja Pilkada DKI Jakarta harus menjadi barometer, prototype, contoh ideal bagi penyelenggaraan Pilkada Nasional Tahap II,” terang Pengamat Politik Literasi Studies UIN Jakarta ini.

Adapun contoh yang patut ditiru dari Pilkada DKI Jakarta, menurutnya, adalah tahapan atau proses penyelenggaraannya.

“Pertama, tahapan seperti pendataan sampai pemilihan harus clear. Selanjutnya, Jakarta secara umum juga harus dihindarkan dari isu-isu yang tidak bagus, seperti menghindari black campaign, money politic, dan upaya saling serang antar paslon atau pendukung paslon. Dua hal inilah yang menjadi penting untuk menilai kualitas Pilkada di DKI Jakarta yang nantinya bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lain.”

Selain Adi, hadir pula di antaranya pembicara-pembicara kondang lainnya, seperti Usamah (Ketua Relawan Jakarta Maju Bersama), Novel Chaidir Hasan Bamukmin atau yang akrab disapa Habib Novel (Sekjen DPD Front Pembela Islam DKI Jakarta, M. Abduh (Grind Perindo), dan KH. Muhammad al-Khaththath (Sekjen Forum Umat Islam. Kelima narasumber ini, bersama-sama ingin menghadirkan Pilkada yang jauh dari praktik-praktik yang tidak sehat.

“Bahwa Pilkada, baik di Jakarta maupun di daerah-dearah lainnya, harus terwujud secara aman, damai, dan demokratis,” tegas salah satu peserta diskusi. (ms)

Komentar