oleh

Laura Loomer, Yahudi Pembenci Islam Terpilih Kongres dari Partai Republik

FLORIDA, SUARADEWAN.com — Seorang ekstremis anti-Muslim dan teoretisi konspirasi di Amerika Serikat memenangkan pemilihan utama Kongres Partai Republik di Florida pada Selasa (18/8).

Laura Loomer mengalahkan lima lawan untuk merebut nominasi GOP (Partai Republik) untuk Kongres di Distrik ke-21 Florida. Distrik tersebut mencakup resor Mar-a-Lago milik Presiden Donald Trump.

banner 1280x904

Loomer dikenal sebagai aktivis sayap kanan yang dikenal karena kefanatikannya yang begitu keji. Wanita berusia 27 tahun itu pernah mengatakan bahwa dia tidak peduli dengan pembunuhan massal terhadap Muslim, dan menyebut Muslim sebagai ‘biadab’ dan Islam sebagai sebagai sebuah ‘malapetaka’.

Loomer juga mendapat ucapan selamat dari Trump. Pada Selasa malam, sang presiden meluangkan waktu untuk mengirimkan kata-kata penyemangat kepada Loomer.

“Bagus Laura. Anda memiliki peluang besar melawan boneka Pelosi!” demikian unggahan Trump melalui Twitter sebelum tengah malam, seperti dilansir di Huffpost, Kamis (20/8).

Laura Loomer

Loomer akan menghadapi petahana yang merupakan anggota Kongres dari Partai Demokrat, Lois Frankel, dalam pemilihan umum pada November nanti. Loomer diperkirakan akan kalah dalam pertarungan tersebut. Frankel sendiri telah memenangkan pemilu distrik Partai Demokrat dengan selisih 30 poin persentase pada 2018.

Kemenangan Loomer dalam nominasi Partai Republik ini menggarisbawahi sejauh mana kefanatikan anti-Muslim yang eksplisit tidak hanya ditoleransi di Partai Republik, tetapi juga dihargai. Loomer merupakan sosok kontroversial karena kebenciannya pada Muslim.

Dia memiliki catatan ekstremis panjang, termasuk tugasnya sebagai penulis dan koresponden pada operasi sayap kanan, termasuk The Rebel,  Project Veritas dan InfoWars. Dengan bangga, dia menyebut Muslim ‘biadab’ dan menggambarkan dirinya sebagai ‘#ProudIslamophobe’.

Baca juga  Prioritaskan Anak, Politisi Wanita ini Menyusui di Ruang Parlemen

Loomer menyatakan, bahwa dia tidak ingin Muslim lainnya memasuki AS. Tahun lalu, dia menyerukan pada 112 ribu pengikutnya di Instagram untuk bangkit melawan anggota Kongres Muslim, Ilhan Omar, yang mewakili Distrik Minnesota. Loomer menuduh Omar sebagai teroris yang mendorong aksi 9/11 lainnya.

“Islam adalah malapetaka bagi kemanusiaan dan Muslim tidak boleh diizinkan untuk mencari posisi jabatan politik di negara ini,” tulis Loomer dalam unggahan di Instagram tentang Omar.

Bulan berikutnya di Telegram, Loomer menunjukkan ketidakpeduliannya terhadap kehidupan Muslim. Khususnya, insiden penembakan massal yang terjadi di masjid di Christchurch, Selandia Baru, pada 2019.

“Tidak ada yang peduli tentang Christchurch. Saya khususnya tidak,” tulis Loomer, merujuk pada pembantaian oleh nasionalis kulit putih yang menewaskan 51 Muslim di dua masjid di kota Christchurch.

Laura Loomer

“AKU Tidak PEDULI TENTANG CHRISTCHURCH,” tulis Loomer dalam kiriman Telegram lainnya.

Menurut laporan dari Right Wing Watch, Loomer juga bekerja sama dengan organisasi yang berbasis di Florida bernama United West, yang terdaftar oleh the Southern Poverty Law Center sebagai sebuah kelompok pembenci Muslim.

Loomer, yang merupakan seorang Yahudi, juga kerap mengunjungi kalangan nasionalis kulit putih dan pernah berfoto dengan tokoh fasis Richard Spencer. Sebagaimana dicatat oleh Right Wing Watch, situs web nasionalis kulit putih VDare mendukung pencalonannya untuk Kongres.

Kefanatikan Loomer telah membuatnya dicekal dari banyak platform teknologi, termasuk Twitter, Facebook, PayPal, GoFundMe, Venmo, Uber, Lyft, dan Uber Eats. Namun, itu tidak menghentikannya untuk mendapatkan dukungan dari orang-orang di MAGAverse.

Baca juga  Pelanggan PSK di Prancis akan didenda Rp. 57 juta

Anggota Kongres untuk Distrik ke-1 Florida, Matt Gaetz, yang juga salah satu pendukung terbesar Trump di Kongres, turut mendukung Loomer. Begitu pula dengan anggota Kongres Paul Gosar dan Jeanine Pirro dari Fox News.

Pada Konferensi Tindakan Politik Konservatif awal tahun ini, HuffPost melihat Loomer, yang tidak diizinkan masuk ke dalam acara itu sendiri, berbicara dengan perwakilan Supremasi kulit putih Steve King (anggota Kongres untuk Iowa). Kala itu, King meminta Loomer untuk mengirim pesan kepadanya. King sendiri kehilangan nominasi GOP tahun ini.

Menurut The Daily Beast, Loomer meraih lebih dari 1 juta dolar untuk kampanye kongresnya. Dia mengupah Karen Giorno untuk memimpin kampanyenya. Giorno bekerja sebagai penasihat kampanye presiden Trump pada 2016.

Loomer memperoleh 42 persen suara di pemilihan pendahuluan yang padat pada Selasa. Menurut Palm Beach Post, dia kemudian merayakan kemenangannya di sebuah pesta bersama para ekstremis sayap kanan terkemuka.

Di antara para tamu pestanya adalah penasihat lama Trump, Roger Stone, yang dihukum tahun lalu karena menjadi saksi merusak dan berbohong kepada Kongres.

Selanjutnya, ada mantan kolumnis Breitbart yang juga tokoh ultrakonservatif anti-Islam Milo Yiannopoulos, dan pendiri geng jalanan neo-fasis the Proud Boys, Gavin McInnes. (sumber)

Komentar