oleh

Lambat Bahas APBD-P, DPRD Manado Sebabkan Ribuan THL dan Lansia Menjerit

MANADO, SUARADEWAN.com – Kinerja 40 anggota DPRD Kota Manado dipertanyakan. Mereka yang telah dipilih oleh rakyat harusnya memerhatikan kesejahteraan rakyat bukan malah membuat rakyat yang telah memilihnya menjerit.

Seperti yang terjadi saat ini. Lantaran pembahasan APBDP yang terkesan lambat dibahas oleh DPRD Manado, sehingga ribuan Lansia bahkan THL menjerit.

banner 1280x904

“Saat ini kan masih suasana pandemi dan kami Lansia butuh bantuan dan uluran tangan dari pemerintah. Namun setelah kami keluhkan hal ini ke kepala lingkungan, kendalanya ada di dewan Manado karena APBD Perubahan belum diketuk sampai saat ini,” keluh salah satu lansia di Kecamatan Paal Dua, yang enggan disebutkan identitasnya.

Tak hanya Lansia. Tenaga Harian Lepas (THL) Pemkot Manado juga mengeluhkan hal serupa. Sejak bulan Juli lalu hingga menjelang akhir September ini mereka belum menerima honor THL sama sekali.

Baca juga  Welty Komaling Terpilih sebagai Ketua P/KB Sinode GMIBM periode 2016-2021

“Iya ka’ sudah hampir tiga bulan kami belum terima honor THL. Semoga mereka yang ada di gedung rakyat memahami apa yang kami rasakan saat ini. Anak saya tiga masih kecil-kecil. Untuk menutupi keuangan keluarga yang minus, terpaksa saya harus curi waktu untuk narik ojek online,” keluh salah satu THL di Dinas Pemkot Manado, yang berdomisili di Kecamatan Singkil.

Sekretaris Dewan (Sekwan) Kota Manado, ketika dikonfirmasi Exposemedia, terkait pembahasan APBD Perubahan belum mendapatkan jawaban.

Dilansir dari manadolive, Sekwan Adi Zainal Abidin, menjelaskan, pihak Pemkot Manado melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sudah memasukkan draft APBD-P 2020 di DPRD Kota Manado sejak beberapa hari lalu.

Baca juga  Dandel: Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Sulut Capai 76,67 Persen

“Awalnya harus dibahas di Bamus (Badan Musyawarah) dulu. Sudah diajukan, tapi tidak ada tanggapan. Itu harus dibahas, karena batas waktunya cuma sampai 30 September,” ujarnya, Jumat (25/09) sore.

Karenanya, lanjut Abidin, bahas atau tidaknya APBD-P 2020 itu ada di tangan para wakil rakyat terhormat.

“Intinya Pemkot Manado sudah memasukkan dokumennya. Tinggal bagaimana Ketua DPRD mengatur jadwal pembahasannya, karena rakyat sudah menunggu,” tandas mantan Sekretaris Inspektorat Manado ini. (mdli/expose*)

Komentar