Krisis Rohingya, Malala Yousafzai : “Kita Tidak Bisa Diam”

Krisis Rohingya, Malala Yousafzai : “Kita Tidak Bisa Diam”

ISLAMABAD, SUARADEWAN.com - Peraih nobel perdamaian Malala Yousafzai mengaku prihatin melihat kondisi pengungsi Rohingya di Myanmar. Ia pun mendesak p

Abaikan Rohingya, Gelar Freedom of Oxford Untuk Aung San Suu Kyi Dicopot
13 Tokoh Peraih Nobel Kirim Surat Terbuka Kritik Aung San Suu Kyi Soal Rohingya
Dua Tahun Menjabat, Presiden Myanmar Mengundurkan Diri

ISLAMABAD, SUARADEWAN.com – Peraih nobel perdamaian Malala Yousafzai mengaku prihatin melihat kondisi pengungsi Rohingya di Myanmar. Ia pun mendesak pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu kyi untuk melakukan dialog guna memikirkan nasib orang-orang Rohingya.

“Kita tidak bisa diam sekarang. Jumlah orang yang mengungsi telah ratusan ribu,” kata Yousafzai seperti dilaporkan laman BBC, Jumat (8/9).

Baca juga: Malala Yousafzai, Gadis Pakistan Duta Perdamaian Termuda PBB

Selain itu, perempuan berusia 20 tahun asal Pakistan ini juga berharap masyarakat dunia bisa membuka mata dan melindungi nasib kaum minoritas Muslim di Myanmar itu. Selain soal diskirimasi pada agama, Malala juga melihat soal kewarganegaraan orang Rohingya juga sangat perlu diselesaikan.

Baca juga  Abaikan Rohingya, Gelar Freedom of Oxford Untuk Aung San Suu Kyi Dicopot

“Saya pikir kita bahkan tidak bisa membayangkan untuk sesaat seperti apa kewarganegaraan Anda, hak Anda untuk tinggal di sebuah negara, benar-benar ditolak,” katanya.

Nasib orang-orang Rohingya, semakin hari semakin memprihatinkan. Setidaknya, dalam laporan UNHCR telah terdapat 164 ribu pengungsi Rohingya melintasi perbatasan Myanmat menuju Bangladesh  sejak kekerasan pada 25 Agustus lalu.

Kekerasan bukan hanya terjadi pada orang-orang remaja-dewasa, tapi juga mengaitkan kepada anak-anak dan orangtua. “Anak-anak dirampas pendidikannya, mereka tidak dapat menerima hak-hak dasarnya dan hidup dalam situasi terorisme, ketika begitu banyak kekerasan di sekitar Anda, ini sangatlah sulit,” lanjut Malala Yousafzai.

Baca juga  Parlemen setujui peran mirip Perdana Menteri bagi Aung San Suu Kyi

Baca juga: 13 Tokoh Peraih Nobel Kirim Surat Terbuka Kritik Aung San Suu Kyi Soal Rohingya

Hal ini pun, lanjut Malala, mesti menjadi isu Hak Asasi Manusia bagi dunia international. “Kita perlu bangun dan meresponsnya dan saya berharap Aung San Suu Kyi juga menanggapinya,” tegasnya.

Menurut Malala, ia selalu melakukan negoisasi pada rekan peraih nobel perdamain ini. “Dunia sedang menunggu dan Muslim Rohingya juga sedang menunggu,” tulis Malala melalui akun Twitter-nya beberapa waktu lalu.

“Sekarang saya masih menunggu rekan peraih nobel Aung San Suu Kyi untuk melakukan hal yang sama (mengutuk kekerasan Rohingya,” kata Yousafzai.  (aw/re)

COMMENTS

DISQUS: