oleh

KPK Turut Concern terhadap Pelayanan Publik

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Salah satu bentuk perhatian utama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap pelayanan publik adalah membantu kepolisian dalam penyelidikan kasus korupsi, seperti pungli, suap, dan lain sebagainya. Bantuan ini, sebagaimana dijelaskan oleh Kabiro Humas KPK Febri Diandsyah, berupa bentuk penajaman alat bukti terkait kasus tersebut.

“Koordinasi dan supervise KPK membantu penajaman alat bukti. Ini salah bentuk concern (kepedulian) KPK terhadap pelayanan publik agar pemberantasan korupsi bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat,” tutur Febri sehari setelah melakukan kegiatan bersama Polresta Bandung di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Layanan Terpadu Satu Pintu (PMLTSP) Kota Bandung.

banner 728x419

Seperti dalam kasus dugaan pungli di Bandung, KPK turut membantu kepolisian dalam hal menganalisis data elektronik dari handphone (HP) atau komputer yang disita dari si terduga. Hal ini dipandang perlu guna pembuktian penyidikan lebih lanjut.

“Kegiatan di Bandung kemarin adalah kegiatan KPK bersama Polresta Bandung. Unit koordinasi dan supervise KPK membantu analisis data elektronik dari HP atau komputer untuk kepentingan pembuktian dalam penyidikan yang dilakukan Polresta Bandung,” lanjutnya.

Seperti diketahui, kunjungan KPK ke Kantor Dinas PMLTSP tersebut terkait dengan kasus dugaan pungli yang dilakukan oleh Kepala Dinas PMLTSP Dandan Riza Wardana. Lima stafnya juga ikut terseret dan sekarang jadi tersangka.

“Dandan dan 11 orang sebelumnya terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Polresta Bandung. Dandan dan 5 stafnya kemudian ditetapkan sebagai tersangka,” ungkap Kabiro Humas KPK ini.

Dari hasil OTT, polisi menyita barang bukti berupa uang senilai Rp. 364 juta, 34.000 USD, 124 Poundsterling, buku tabungan berisikan saldo Rp. 500 juta, serta dua unit mobil dan satu unit motor. (ms)

Komentar

Berita Lainnya