oleh

KPK Tangkap Tangan Bupati Banggai Laut

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Target operasi senyap kali ini adalah Bupati Banggai Laut, Sulawesi Tengah, Wenny Bukamo.

“Betul hari ini telah dilakukan tangkap tangan bupati kab Banggai laut,” kata Ketua KPK Firli Bahuri di Jakarta, Kamis (3/12).

banner 728x419

Dia mengatakan, operasi penangkapan itu dilakukan pada pukul 13.00 WIB. Namun hingga kini, lembaga antirasuah itu belum mengungkapkan perkara apa yang menjerat Wenny Bukamo.

Firli mengatakan, saat ini ia masih menunggu laporan tim yang tengah bekerja dilapangan. Dia meminta semua pihak untuk memberikan tim di bagian penindakan untuk bekerja terlebih dahulu.

“Berikan waktu untuk kawan-kawan saya bekerja dulu. Nanti pada saatnya akan diberikan penjelasan kepada publik,” katanya.

Baca Juga:  KPK Sebut Peran Menpora Imam Nahrawi Signifikan Dalam Kasus Dana Hibah KONI

Total ada 6 orang yang ditangkap, termasuk Wenny.

“Jumlah orang diamankan sudah lebih dari 6 orang, termasuk Bupati WB,” ucap sumber Kamis (3/12/2020).

Sumber itu menyebutkan ada pihak lain yang ditangkap yaitu kontraktor dan tim sukses Wenny. Wenny diketahui maju lagi dalam pilkada untuk periode keduanya bersama Ridaya La Ode Ngkowe.

“Dugaan suap bupati meminta sejumlah uang dari para kontraktor yang digunakan untuk kepentingan kampanye pemenangan,” kata sumber.

“Diamankan di Banggai dan sejumlah pihak diduga kontraktor, ada juga timses si bupati ikut diamankan,” imbuhnya.

Selain itu, KPK menemukan uang yang diduga terkait suap yang menjerat Wenny. Uang itu ditemukan di dalam kardus.

Baca Juga:  Operasi Tangkap Tangan, KPK Amankan Auditor Utama BPK

“Barang bukti yang didapat sementara 2 kardus berisi uang sejumlah lebih dari Rp 1 miliar,” ucap sumber.

Mereka yang ditangkap KPK masih berstatus terperiksa. KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status mereka.

Seperti diketahui, KPK belum lama ini menjaring Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Politisi Gerindra itu diamankan terkait perkara penetapan izin ekspor benih lobster.

Operasi penangkapan selanjutkan juga dilakukan terhadap Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna. Dia ditangkap karena diduga menerima suap terkait pembangunan rumah sakit. (rep/de)

Komentar

Berita Lainnya