oleh

KPK Beri Sinyal Soal Tersangka Lainnya dalam Kasus Hambalang

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Setelah menetapkan Andi Zulkarnaen Mallarangeng alias Choel Mallarangeng sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan, pengadaan, serta peningkatan sarana dan prasarana sekolah olahraga di Hambalang tahun 2010-2012, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang kembali memberi sinyal terkait adanya pihak lain yang juga tengah diincar setelah Choel.

“Kalau dilihat dari keterangan sebelumnya, mungkin tidak berhenti di dia (Choel). Masih ada beberapa hal lagi yang bisa didalami,” ujar Saut di gedung KPK, Jakarta, Minggu (19/2/2017)

banner 728x419

Menurut Saut, semua yang terlibat dalam kasus Hambalang ini akan segera diperiksa untuk dimintai keterangan dan pertanggungjawabannya. Meski sudah ada sejumlah nama yang beredar setelah pertersangkaan Choel Mallarangeng, tetapi KPK mengaku masih kesulitan untuk membuktikan adanya penyertaan orang-orang lainnya dalam mega proyek tersebut.

Baca Juga:  Angelina Sondakh Mengaku Terima USD 2 Ribu dari Pimpinan Komisi X DPR

“Makanya kami harus buktikan. Tidak bisa sebut saja,” tandas Saut.

Sembari berusaha mencari informasi sebanyak-banyaknya, Saut menghimbau kepada orang-orang yang merasa diri terlibat di dalamnya untuk bersikap kooperatif. Hal ini, menurut KPK, bisa menjadi bahan pertimbangan lainnya, setidaknya mengurangi hukuman yang seharusnya diberlakukan.

KPK juga mengatakan bahwa jika adik kandung Andi Alifian Mallarangeng ini sampai membeberkan peran pihak lainnya, maka akan dipertimbangkan pula bahwa Choel bisa menjadi justice collaborator. Ini akan menjadi pertimbangan serius jika keterangan yang dibeberkannya benar-benar bisa dibuktikan dan dipertangggungjawabkan.

Baca Juga:  Choel Mallarangeng Ajukan JC, KPK: Kami Akan Pertimbangkan

“Tapi kalau memberikan keterangan dan di-cross check tidak sesuai, ya tidak bisa melakukan penyelidikan dan penyidikan,” timbuh Saut.

Seperti diketahui, KPK menetapan Choel Mallarangeng sebagai tersangka pada 21 Desember 2015. Choel diduga terlibat dalam kasus mega proyek Hambalang dengan menyalahgunakan wewenang terkait proyek tersebut.

Karena dugaan telah memperkaya diri sendiri dan orang lain, serta korporasi, Choel kemudian dijerat Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (ms)

Komentar

Berita Lainnya