oleh

KPK Bantah Lakukan Pertemuan dengan Presiden Soal Kasus E-KTP

Foto Gedung KPK

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah telah melakukan pertemuan dengan Presiden Jokowi terkait penanganan kasus proyek E-KTP yang merugikan negara triliunan rupiah.

Hal itu ditegaskan oleh Wakil Ketua KPK La Ode Muhammad Syarief. Laode juga membantah isu yang mengatakan bahwa terjadi perpecahan dalam internal pimpinan KPK terkait penanganan kasus ini.

banner 728x419

“Enggak ada pertemuan dengan Presiden untuk membicarakan kasus, tidak pernah ada. Sudah lama kasusnya. Bayangkan saja sekitar Rp 2,3 triliun itu (kerugian negara) menurut perhitungan sementara,” kata Laode di Jakarta, Senin (6/3).

Dijelaskan Laode, semua pimpinan KPK solid dan sepakat untuk menuntaskan kasus E-KTP ini, sebab kasus ini sudah lama dan perkiraan kerugian yang diterima negara dan rakyat Indonesia besar sekali. Karena itu Laode memastikan KPK tidak akan mengulur-ulur waktu mengusut tuntas kasus korupsi ini.

Laode mengungkapkan, kasus proyek E-KTP ini melibatkan banyak pelenggara negara yang semestinya menjaga amanah dari rakyat, dan menjalankan perannya sebagai pelayan rakyat dengan baik. “Karena sudah dibicarakan karena ini melibatkan banyak pihak baik itu eksekutif maupun legislatif,” kata Laode.

Terkait nama-nama pihak yang diduga terlibat dalam kasus ini, Laode belum mau mengungkapkan, dan baru akan dibeberkan pada saat persidangan perdana 9 Maret 2017 nanti.

 “Tunggu saja di persidangan. Soal tersangka baru, nanti juga kelihatan di persidangan siapa-siapa saja yang dianggap sebagai turut serta, apakah sebagai saksi dan lain-lain itu akan jelas di persidangan,” tukasnya. (ZA)

Komentar

Berita Lainnya