oleh

Korea Utara Sandera Warga Malaysia?

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Polemik yang terjadi antara pemerintah Korea Utara dengan Malaysia kian meruncing. Hal ini bisa dinilai dari dikeluarkannya pernyataan larangan bagi warga negara Malaysia yang tinggal di Korut untuk meninggalkan negara monarki tersebut.

Sebagaimana diinformasikan oleh kantor berita Korea Central News Agency (KCNA), larangan tersebut diberlakukan hingga kasus kematian Kim Jong-Nam, kakak tiri dari penguasa Korut Kim Jong-Un, dituntaskan oleh pihak Malaysia.

“Semua warga negara Malaysia di DPRK untuk sementara akan dilarang meninggalkan negara ini, hingga insiden yang terjadi di Malaysia terselesaikan dengan baik,” kata Kementerian Luar Negeri Korut sebagaimana dilansir oleh KCNA.

Baca juga  Soal Korut, China Tantang Menlu AS

Meski demikian, baik diplomat maupun WN Malaysia, mereka tetap akan diizinkan untuk melakukan rutinitas kesehariannya, hidup secara normal sebagaimana biasanya. Ya, meski sejumlah pihak menilai bahwa mereka diperlakukan sebagai sandera oleh pemerintah Pyongyang tersebut.

Sebelumnya, polemik ini mulai meruncing ketika pemerintah Malaysia mengusir Duta Besar Korut untuk Negeri Jiran. Tindakan ini kemudian dibalas dengan tindakan serupa, mengusir Debes Malaysia untuk Korut.

Baca juga  Bendera RI Terbalik, Presiden: Malaysia Harus Minta Maaf Tapi Tak Usah Dibesar-Besarkan

Hingga kini, kasus kematian Kim Jong-Nam itu belum diumumkan secara detail. Pihak kepolisian Malaysia masih memburu beberapa warga Korut yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut untuk dimintai keterangan lebih lanjut. (ms)

Komentar