oleh

Komisi X DPR RI Harap Anggaran Pariwisata Harus Garap Pasar Domestik

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Anggaran sektor pariwisata dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) harus diupayakan mampu menggarap wisatawan pasar domestik atau wisatawan nusantara (wisnus). Ini target paling realistis membangun kembali pariwisata nasional setelah terdampak Covid-19.

Demikian disampaikan Anggota Komisi X DPR RI Putra Nababan saat mengikuti rapat kerja dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, Jumat (3/7/2020). Pos anggaran yang diminta dinaikkan adalah bidang pengembangan destinasi dan juga produk wisata. Pihaknya mengapresiasi Menparekraf yang sudah memberi perhatian lebih pada pariwisata nasional.

banner 1280x904

“Kami minta agar ada peningkatan alokasi anggaran Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur dan Deputi Bidang Ekomomi Digital dan Produk Kreatif. Begitu juga kita minta alokasi anggaran pada Deputi Pemasaran dan Produk Wisata dan juga penyelenggara even, agar lebih banyak dimanfaatkan untuk menggarap pasar domestik dan penggunaan konten lokal,” tutur politisi PDI Perjuangan ini.

Baca juga  Jalin Kerja Sama Bidang Pendidikan dan Pariwisata, DPR Hadiri Undangan Senat Ceko

Putra menilai, Kemenparekraf sangat memperhatikan pembangunan sektor pariwisata yang nyaris lumpuh akibat wabah corona. Perhatian tidak saja pada para pelaku pariwisata di daerah, tapi juga memperhatikan para tenaga medis yang bekerja di lokasi wisata untuk melayani wisatawan. “Ini harus kita apresiasi,” ujarnya singkat.

Baca juga  Berlibur Ke Bangkok Lebih Murah Ketimbang Ke Labuan Bajo

Di sisi lain legislator dapil DKI Jakarta I itu memuji Kemenparekraf yang telah menyiapkan 285 ribu masker untuk para wisatawan dalam menjaga protokol kesehatan di setiap destinasi wisata. “Kemenparekraf sudah membuat 285 ribu masker kain. Artinya, ini sudah menggerakkan ekonomi krearif yang mungkin pabriknya tutup atau mereka tidak dapat pekerjaan, dan lain-lain,” imbuh Putra. (mh)

sumber : dpr.go.id

Komentar