oleh

Komisi VIII DPR Soroti Penyaluran Bantuan Masyarakat Terdampak Covid-19

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto menyoroti penyaluran bantuan pokok kepada masyarakat yang terdampak pandemi virus Covid-19. Menurutnya, distribusinya saat ini masih belum maksimal.

Hal tersebut terlihat dari salah satu warga Serang, Banten, bernama Yuli Nur Amelia (42) yang diduga meninggal karena kelaparan. Padahal menurut Yandri, hal tersebut tak perlu terjadi jika pemerintah sigap.

banner 1280x904

“Sudah saya sampaikan, jangan sampai orang meninggal bukan karena corona, meninggal karena kelaparan atau tidak terpenuhinya bahan pokok,” ujar Yandri ketika dihubungi, Rabu (22/4).

Ini menegaskan bahwa penyaluran bantuan dari pemerintah belum maksimal. Perlu koordinasi yang lebih baik antara pemerintah pusat, daerah, hingga tingkat RT/RW.

“Pemerintah harus hadir, pastikan bantuan-bantuan dari pemerintah, bahan pokok, BLT, bansos, itu sampai kepada masyarakat yang benar-benar berhak menerima,” ujar Yandri.

Baca juga  DPR Minta Perhatikan Tiga Hal Ini Dalam Penataan Penyelenggara Umrah

Selain itu, dalam dalam situasi pandemi ini memang diperlukan kepedulian dari semua pihak. Agar masyarakat yang terdampak tak menjadi korban di kemudian hari.

“Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, sekarang kita semua dipanggil jiwa sosialnya untuk saling membantu,” ujar Yandri.

Sebelumnya, seorang warga Kelurahan Lontar baru, Kecamatan Serang, Kota Serang, Provinsi Banten, Yuli Nur Amelia (42 tahun) meninggal dunia pada Senin (20/4). la adalah warga yang kisahnya viral pada Sabtu (18/4) karena menyebut tidak bisa makan selama dua hari karena penghasilan keluarganya terhenti lantaran Covid-19.

Kisah Yuli sejak saat ini membuat banyak pihak tergerak untuk membantu. Berbagai elemen masyarakat hingga pemerintah daerah turut membantu ibu empat anak tersebut.

Baca juga  Dua Anggota Polsek Bekingi Arena Adu Ayam ditengah Pandemi COVID-19

Namun belum lama ia merasakan bantuan, Yuli meninggal pada Senin (20/4) sekitar pukul 15.30 WIB di perjalanan menuju ke Puskesmas setempat. Suami Yuli, Kholid (42 tahun) menjelaskan bahwa istrinya hingga Senin siang tidak memperlihatkan tanda-tanda sakit.

Istrinya pada hari itu beraktivitas seperti biasa dan berinteraksi bersama keempat anaknya sambil merapikan bantuan yang berasal dari masyarakat. “Segar dari pagi Siang sekitar jam dua saya dikasih tahu anak saya. Ayah, bunda pingsan,” ujar Kholid. (rep)

Komentar