oleh

Kisah Pilu Sekolah di Mamuju Disegel Pemilik Lahan, Ini 5 Faktanya

SUARADEWAN.com — Kejadian memilukan kembali dialami pegiat pendidikan di Indonesia. Tenaga pengajar serta siswa sekolah di SD Negeri Mambie, Desa Pangasaan, Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat harus mengalami tindakan pahit lantaran Gedung sekolah mereka harus disegel.

Tindakan penyegelan tempat belajar mengajar tersebut dilakukan oleh pemilik lahan. Menyedihkannya lagi, penyegelan tersebut sudah berlangsung selama kurang lebih satu tahun belakangan sehingga para siswa serta guru terpaksa harus melakukan kegiatan belajar mengajarnya di musala setempat.

banner 1280x904

Hal tersebut jelas memilukan lantaran anak-anak di sana harus kehilangan hak mereka untuk menerima ilmu dari dalam ruangan kelas yang sebelumnya pernah mereka rasakan.

Melansir dari Liputan6, bahkan kejadian tersebut juga sudah diketahui oleh pihak terkait dari dinas setempat.

Karena Persoalan Ganti Rugi

Kepala Sekolah SD Negeri Mambie Mahmud Matu mengaku bahwa penyebab penyegelan tersebut karena pihak pemilik lahan belum menerima biaya ganti rugi lahan di lokasi sekolah tersebut dari pemerintah setempat.

Menurut Mahmud, berdasarkan penuturan pemilik lokasi yang disampaikan kepadanya, nilai ganti rugi di lokasi itu sebesar Rp300 juta.

“Tahun lalu, sekolah disegel, lantaran belum adanya penyelesaian ganti rugi lahan,” ungkapnya pada Jumat (18/9/2020) lalu.

Baca juga  Sebanyak 73 Sekolah di Tangsel Terima Sertifikat Akreditasi

Masih Menuju Kepastian dari Pemerintah

Mahmud menjelaskan hingga detik ini kasus tersebut masih belum ada kejelasan dari pihak pemerintah setempat. Menurutnya, permasalahan gedung sekolah oleh pemilik lokasi itu sudah diketahui leh seluruh pihak dan pemerintah.

Bahkan, permasalahan itu juga sudah diketahui oleh Pemerintah Kabupaten Mamuju. Namun, pihaknya hanya disuruh bersabar terkait upaya penyelesaiannya.

“Kami hanya disuruh sabar dulu untuk tindak lanjut penyelesaiannya. Ini juga sudah dilapor oleh pihak Kepala Cabang Dinas (KCD) Mamuju, untuk selanjutnya ditindaklanjuti namun hingga kini belum, mungkin nanti di tahun 2021,” ujar Mahmud.

Sudah Dua Kali Menerima Siswa Baru Belajar di Musala

Ia menambahkan, jika pihaknya sejauh ini sudah dua kali menerima siswa baru dan harus tetap belajar di musala setempat sebagai pengganti ruang kelas untuk belajar siswa-siswinya itu.

Dirinya berharap jika siswanya bisa segera melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan layak.

“Meskipun ditempati kembali, gedung sekolah kami butuh direhab total. Jadi lebih efektif kalau dibangun baru dan lokasi yang lain yang lebih aman, agar tidak terjadi lagi hal-hal seperti ini,” ucap Mahmud.

Baca juga  Presiden Jokowi Beri Bantuan Pada Anak SD Bengkayang Yang Viral Lewat Video

Belum Menemukan Titik Terang

Saat dihubungi, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Mamuju, Murniatis mengungkap jika saat ini pihaknya masih belum menemukan titik terang, walaupun kedua belah pihak telah melakukan negosiasi.

Ia pun membenarkan bahwa sekolah itu disegel oleh pemilik lahan karena persoalan ganti rugi. Namun pihaknya akan mencoba mencarikan solusi lain jika dalam hal negosiasi masih belum menemukan kata sepakat.

“Kami tidak bangun itu sekolah, karena lahannya bermasalah, dan jika tetap tidak ada titik temu, kami akan cari solusi lain, misalnya mencari lahan yang baru,” kata Murniati.

Dibangun Tahun 1982

Diketahui bahwa SD Negeri Mambie sudah berdiri sejak tahun 1982. Awalnya status SD Mambie masih kecil, dengan hanya memiliki tiga ruang kelas.

Sejak berdiri 38 tahun silam, sekolah tersebut telah mengalami dua kali pemugaran bangunan fisik. Terakhir dilakukan renovasi di tahun 2016. Namun, di awal tahun 2019, sebelum tahun ajaran baru 2019/2020 gedung sekolah itu disegel oleh pemilik lantaran pembayaran ganti rugi dari pemerintah belum selesai. (mc)

Komentar