oleh

Kinerja Keuangan BUMN Konstruksi Menurun, Dahlan Iskan: Sulit atau Sulit Sekali

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Bekas Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskanmembeberkan pandangannya terhadap kinerja keuangan BUMN sektor konstruksi yang dinilai ‘haus hingga ke kerongkongan‘. Hal ini terlihat dari laporan keuangan beberapa BUMN karya yang ternyata mengalami rugi, atau mengalami penurunan laba dari periode sebelumnya.

“Sudah agak lama para pengamat ekonomi memprediksi: BUMN kelompok infrastruktur tinggal tunggu waktu, sulit atau sulit sekali,” ujarnya dalam tulisan pribadinya di lama DI’s Way, dikutip Minggu (4/4).

banner 1285x856

Misalnya saja, Waskita Karya yang rugi hingga Rp 7 triliun. Lalu, Wijaya Karya yang labanya terjun bebas dari Rp 2,2 triliun menjadi kurang dari Rp 200 miliar. Lalu, laba PT PP yang juga anjlok dari Rp 800 miliar menjadi Rp 128 miliar.

Baca Juga:  Menteri Erick Thohir Pastikan tujuh BUMN Dibubarkan di Tahun 2021 Ini

Menurutnya, pekerjaan infrastruktur memang gegap gempita beberapa tahun terakhir. Namun sekuat-kuatnya perusahaan infrastruktur, tetap saja harus mengandalkan sumber dana dari pihak ketiga. Sementara, pihak ketiga seperti bank juga harus tetap tunduk pada peraturan di bidang perbankan.

“Dana bank adalah napas nomor satu mereka. Maka ketika perusahaan sudah tidak bisa lagi pinjam dana bank, karena sudah mencapai batas atas, bencana tahap 1 pun datang,” ujarnya.

Baca Juga:  Rini Yakin Pemerintah Mampu Kuasai 51 Persen Saham PT Freeport Indonesia

Lanjutnya, ketika bank sudah tidak bisa memberi pinjaman, maka pilihannya tinggal obligasi, MTM dan sejenisnya. Namun, kemungkinan bunga yang diterapkan akan lebih tinggi. Apalagi, jika obligasi sudah jatuh tempo dan perusahaan terbukti gagal bayar, pilihannya hanya menerbitkan obligasi baru dengan bunga yang lebih tinggi.

Bahkan, jika menggunakan opsi right issue di pasar modal, BUMN tetap punya batasan menjual saham ke publik, yaitu 50 persen saja. “Perkiraan saya, merosotnya kinerja keuangan mereka sebagian besar akibat kemakan bunga tinggi,” ujarnya. [lip/azz]

Komentar

Berita Lainnya