oleh

KH Ma’ruf Amin: Memilih Tidak Perlu Melihat Agamanya

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebut Pilkada tidak membutuhkan adanya aksi jihad tapi bagaimana masyarakat memilih pemimpin yang baik.

Hal tersebut ia ungkapkan terkait massifnya kabar yang beredar di sosial media yang menyebut akan ada gerakan jihad atau mobilisasi massa mengawal hari pencoblosan pada Rabu 19 April 2017.

banner 1280x904

“Ini kan Pilkada, tidak perlu pakai jihad-jihad segala,” ujar KH Ma’ruf, Senin (18/4/17) kemarin.

Menurutnya, memilih pemimpin harus yang memiliki kriteria yang mengetahui aspirasi warganya, memimpin dengan hati dan kasih sayang, serta memastikan pembangunan yang menguntungkan masyarakat tanpa harus melihat latar belakang keyakinannya.

“Jadi tidak perlu melihat agama, saya rasa sudah cukup soal itu tidak perlu di ulang-ulang terus,” terang Rais Aam NU tersbut.

KH Ma’ruf juga meyakini, situasi Ibukota saat hari pemungutan suara akan tetap kondusif dengan adanya dukunngan personel kemanan yang telah disiagakan oleh Polri. Meski demikian, dirinya mengharapkan semua pihak untuk tidak melakukan tindak-tindakan yang dapat mengganggu keamanan.

“Jangan ada provokasi dari pihak manapun. Kita jaga Jakarta yang kondusif, kalau ada rusuh justru yang rugi kita semua. Pastikan Pilgub berjalan dengan aman, tenang, sesuai dengan hati nurani, tidak ada intimidasi dari siapapun yang merusak suasana yang fair, “tegasnya. (DD)

Komentar