oleh

KH Ma’ruf Amin Cawapres Jokowi di Pilpres 2019, Cicit Imam Masjidil Haram hingga Memberatkan Kasus Ahok

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Presiden Joko Widodo dipastikan akan didampingi Ketua Umum MUI Maruf Amin sebagai Cawapresnya di Pilpres 2019. Majunya Ma’ruf Amin menjadi cawapres Jokowi sudah disepakati para ketum Koalisi Indonesia Kerja yang terdiri atas sembilan parpol.

Jokowi mengatakan Ma’ruf Amin sebagai tokoh bangsa yang telah menduduki sejumlah posisi penting di lembaga negara, mulai DPR hingga Wantimpres. Hal itulah yang menjadikan Jokowi jatuh hati hingga akhirnya memilih berpasangan dengan Ma’ruf Amin.

banner 728x419

Selain Deretan posisi yang disebutkan Jokowi tersebut , berikut ini 3 hal tentang Ma’ruf Amin.

1. Ketua Umum MUI sejak 2015

Ma’ruf Amin menjadi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia sejak 2015 hingga 2020 nanti. Ma’ruf Amin menggantikan Din Syamsuddin. Ma’ruf saat ini masih menjabat Ketum MUI. Bagaimana posisi Ma’ruf di MUI selepas deklarasi?

“Kami belum membicarakan itu. Yang pasti, kami ada forum membahas itu, Ini kan baru sekali terjadi (ada pengurus MUI maju pilpres)” ujar Waketum MUI Zainut Tauhid, Kamis (9/8/2018).

Baca Juga:  Wapres Ajak Masyarakat Tetap Sabar di Rumah Saat Ramadan

Zainut belum bisa memastikan apakah akan ada pergantian Ketum MUI ketika Ma’ruf dicalonkan menjadi cawapres. Ia dan pengurus MUI akan mengecek terlebih dahulu AD/ART di organisasi.

2. Cicit dari Imam Masjidil Haram

Ma’ruf Amin adalah cicit dari Syaikh Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani, ulama besar asal Banten yang pernah menjadi Imam Masjidil haram.

Ulama kelahiran Banten, 11 Maret 1943 ini merupakan lulusan Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur.

Lulus dari pesantren, Maruf melanjutkan pendidikan di Universitas Ibnu Khaldun Bogor, Jawa Barat. Dia mengambil konsentrasi Ilmu Ekonomi.

Maruf mengawali kariernya di bidang dakwah. Dia tercatat sebagai anggota Koordinasi Dakwah Indonesia (KODI) DKI Jakarta.

Selain itu, Ma`ruf sudah lama aktif di Nahdlatul Ulama dan Majelis Ulama Indonesia. Kariernya sebagai pendakwah terus menanjak.

Baca Juga:  Gerindra: Prabowo Dikepung Dari Berbagai Lini, Ini Pilpres Terberat

Dia juga terjun di dunia politik melalui Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Ma`ruf tercatat sebagai anggota DPR DKI Jakarta. Reformasi menjadi momen yang turut mendongkrak nama Maruf di dunia perpolitikan nasional

3. Pernah memberatkan kasus Ahok

Pada 2017, Ma’ruf Amin pernah dipanggil menjadi saksi pada kasus dugaan penistaan agama yang menyeret mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Ma’ruf Amin menyebut persoalan Ahok sudah termasuk isu nasional sehingga berpotensi menimbulkan kegaduhan.

“Ini sudah isu nasional. Sehingga bukan lagi masalah daerah dan sifatnya sudah nasional yang juga berpotensi menimbulkan kegaduhan yang bersifat nasional,” kata Amin di Gedung Auditorium Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (31/1/2017). (sd)

Komentar

Berita Lainnya