Ketua MPR: Kasus Amien Rais Merupakan Orderan

Ketua MPR: Kasus Amien Rais Merupakan Orderan

JAKARTA, SUARADEWAN.com - Mantan Ketua MPR, Amien Rais (AR) disebut-sebut menerima aliran dana dari dugaan korupsi alat kesehatan (Alkes). Menurut Ket

Pengamat: Kritik Amien Rais Soal Lahan Terkait Rasa Keadilan dan Kegundahan Masyarakat
Mahasiswa Kecam Amien Rais Stop Jangan Memecah Belah Umat
Arbi Sanit: Amien Rais, Prabowo, dan Habib Rizieq sama-sama Untung

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Mantan Ketua MPR, Amien Rais (AR) disebut-sebut menerima aliran dana dari dugaan korupsi alat kesehatan (Alkes). Menurut Ketua MPR, Zulkifli Hasan menyatakan bahwa kasus tersebut merupakan orderan.

Bahkan ia memastikan bahwa penyebutan nama AR itu suatu pesanan dari pihak-pihak tertentu. Sebab, ia beralasan bahwa uang itu berasal dari Soetrisno Bachir (SB) yang diberikan kepada AR. ” Saya tahu persis, pasti ini orderan. Jangan gitu dong. KPK kan selama ini legitimasinya kuat. Yang ngasih uang aja mas Tris nggak bilang, mau bagaimana lagi?,” kata Zulkifli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (5/6).

Ia menyatakan bahwa AR mulai pertama kenal pada tahun 80. Ketika itu AR sebagai pengusaha besar, dan SB mempunyai dana sosial. Jadi tidak hanya AR, tapi ribuan orang dibantu oleh SB.

“Pak Amien cuman salah satu. Apa urusannya sama alkes? Dan ketika itu ibu Siti Fadillah juga miskin saya lihat. Masa mas Tris disumbang Bu Fadillah. Kalau mas Tris nyumbang Bu Fadillah, ya mungkin,” ucapnya.

Ketua Umum PAN ini menanyakan bahwa Komisi Anti Rasuah (KPK) ini maunya apa sih. Pada akhirnya lanjutnya, orang sudah mulai tidak percaya, dan juga penegakkan hukum jangan tebang pilih. “Hukum harus adil buat semuanya. Jangan sampai kita ini negara hukum,” tegasnya.

Ketika ditanya, siapa yang order kasus penyebutan nama AR. Ia mengaku tidak paham permasalahan hukum. Menurutnya, selain AR, ada pihak lain seperti Din Syamsudin dan yang lain sedang dibidik oleh KPK.

“Saya nggak paham soal hukum. Coba dilihat, ada Din Syamsudin, Fahri Hamzah. Ini yang 212 dibidik, tinggal Pak Amien. Jadi, pak Amien dapat simpati luas. Saya minta media tidak menggoreng-goreng,” tandasnya. (Yudi)