oleh

Ketua DPRD DKI Jakarta Dipolisikan Eks Pejabat Riau Kasus ‘Jual Beli Jabatan’

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi (Fraksi PDI Perjuangan) dilaporkan Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau Zaini Ismail (ZI) ke Polda Metro Jaya atas tuduhan penipuan dan penggelapan.

ZI melaporkan Prasetyo ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penipuan dan penggelapan uang Rp 3,2 miliar. Uang itu diberikan kepada Prasetyo karena diduga menjanjikan jabatan Plt Gubernur Riau kepada ZI.

“Itu memang sampai sekarang uang itu belum dikembalikan. Dia janji untuk dikembalikan, cuman alasannya dia lagi ngurusin Pilgub Jawa Timur dan Pilgub Jawa Barat. Dia mengakui kalau uang itu dia terima,” kata William Albert selaku pengacara ZI, Senin (7/5).

Baca juga  Haji Lulung: Jangan Rusak Pilkada DKI Dengan Cara-cara Kotor!

Ia menjelaskan awalnya kliennya itu dijanjikan menjadi Plt Gubernur Riau setelah Gubernur definitif saat itu ditangkap KPK. Menurut William, Prasetyo menjanjikan jabatan tersebut karena mengaku dekat dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Namun kenyataannya, ZI justru tak menjadi Plt Gubernur dan malah dicopot dari Sekda Provinsi Riau.

Terkait hal itu, Prasetio Edi angkat bicara dan mengklaim tidak pernah mengenal ZI dan tak memiliki urusan di Provinsi Riau.

“Saya tak pernah kenal si pelapor dan tak pernah ada urusan dengan Riau,” kata Prasetio saat dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (7/5/2018).

Baca juga  Politikus PDIP Sebut Rencana Pelepasan Saham Bir Pemprov DKI Tidak Bijak

Prasetio melanjutkan bilamana tindakan yang dilakukan Zaini dengan melaporkan dirinya itu dinilai ingin mencari popularitas.

“Saya anggap ini orang yang cari perhatian karena bagaimanapun saya ini ketua DPRD, bisa jadi dia mau dompleng tenar,” tutur dia.

Namun, Prasetio tetap akan menyerahkan persoalan tersebut kepada kuasa hukumnya yaitu Ronny Talampesi untuk menanganinya. “Untuk proses hukum, saya serahkan sepenuhnya kepada kuasa hukum saya, Ronny Talampesi,” pungkasnya.

Komentar