oleh

Kenapa IndonesiaLeaks Harus Dibubarkan?

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Kebohongan informasi yang dirilis IndonesiaLeaks terkait laporan hasil investigasinya semakin terang-benderang. Pasalnya, isi laporan dari hasil investigasi tersebut menuai banyak pertanyaan dan belum bisa disebut sebuah kebenaran, serta banyak yang tidak sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik. Karena itu, Kominfo harus segera menutup situs IndonesiaLeaks karena terbukti hoaxs dan menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

“Karena hasil investigasinya belum tentu mengandung kebenaran dan malah menuai polemik. Wartawan pada prinsifnya bekerja di wilayah yang jelas terang mengandung kebenaran,” kata Jodi Yudhono, Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia dalam diskusi publik dengan tajuk “IndonesiaLeaks Medium untuk Rakyat atau Alat Propaganda?”, Jakarta, Jum’at (19/10/18)

Jodhi juga menegaskan bahwa yang dilakukan IndonesiaLeaks bukan hal baru, tetapi hal biasa seperti citizen jurnalism. Seperti halnya kompasiana. Karena isi laporan yang dirilis mengandung pro kontra, apalagi soal adanya penyobekan buku merah yg berisi transaksi aliran uang ke pejabat Kepolisian itu tidak bisa dibuktikan, maka itu masuk kategori hoax dan kebohongan.

Baca juga  GEMA HOAXS Desak Polisi Usut Tuntas Penyebar Informasi IndonesiaLeaks

“Saya pikir IndonesiaLeaks sengaja mencari isu begini, cari momentum untuk buat gebrakan tapi sekadar mencari sensasi, nyari panggung. Karena isi dari IndonesiaLeaks sebatas informasi saja, masih harus dipertanyakan terutama menyangkut status IndonesiaLeaks harus diperjelas dulu,” jelas Jodhi

Sementara itu, Suparji Achmad, pakar hukum pidana dari Universitas al-Azhar Indonesia juga mempertanyakan eksistensi IndonesiaLeaks sebagai lembaga pers atau media, apakah sudah sesuai dengan UU Pers. Hal ini melihat isi laporannya penuh kebohongan karena terbantahkan ketika dikonfirmasi dengan KPK.

“Isi dari laporan IndonesiaLeaks saya harus sebut penuh kebohongan karena sudah dibantah langsung oleh KPK, disanggah dua penyidik, dan tidak ada penyobekan di rekaman CCTV KPK. Artinya, Kominfo harus menutup situs tersebut karena terbukti hoax penuh kebohongan,” tegas Suparji

Masulah Ardi, Wakil Sekjen KMI, dengan tegas meminta kepada Kominfo dan Dewan Pers agar segera membubarkan dan menutup situs IndonesiaLeaks karena meresahkan dan menimbulkan kegaduhan serta provokasi dan perpecahan di kalangan masyarakat.

Baca juga  GEMA HOAXS Desak Polisi Usut Tuntas Penyebar Informasi IndonesiaLeaks

“Kominfo dan Dewan Pers seharusnya tidak cukup merespon dengan kata-kata tetapi harus ada tindakan kongkrit dan jelas untuk segera membubarkan dan menutup situs IndonesiaLeaks, sebab jika dibiarkan menimbulkan perpecahan dan provokasi, dan kegaduhan dimana-mana, apalagi di tahun politik seharusnya kita menyambut euforia hajatan demokrasi ini penuh dengan suasana kondusif dan harmonis,” ucap Ula

Ari Nurcahyo, Direktur Ekskutif Para Syndicate juga mengkritisi informasi yang dilansir IndonesiaLeaks, terutama terkait teks atau isi laporan terbantahkan. Inilah efek dari paradoks demokrasi digital antara fakta dan propaganda, substansi dan sensasi sulit dibedakan. Karena demokrasi digital kerap menampilkan sisi yang tersembunyi.

“Yang jelas IndonesiaLeaks tidak bermain sendirian bisa jadi ada invisibel group,”