Kenaikan Tarif Tiket Pesawat Akibat Perang Harga

Kenaikan Tarif Tiket Pesawat Akibat Perang Harga

Candaan Bom di Bandara Ancam Keamanan dan Rugikan Maskapai Penerbangan
Peraturan Menteri Perhubungan tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang
Penjelasan Kemenhub RI terkait 11 Materi Revisi PM 32 Tahun 2016

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ingin perang tarif tiket pesawat berakhir. Hal itu karena menciptakan masalah kenaikan harga tiket pesawat yang dinilai tinggi.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan, selama ini maskapai khususnya kelas low-cost carrier (LCC) melakukan perang harga tiket pesawat.‎

Hal ini membawa dampak pada penetapan harga tiket. Ketika harga naik, ada kesan kenaikannya tinggi, padahal besaran harga tersebut normal.

“Memang selama ini mereka perang tarif. Begitu harganya normal seolah-olah tinggi,” kata ‎Budi, saat menghadiri silaturahmi nasional (Silatnas) dengan keluarga besar pengemudi Online, di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta, Sabtu, 12 Januari 2019.

Baca juga  Peraturan Menteri Perhubungan tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang

Budi  menuturkan, ‎saat ini kenaikan harga tiket pesawat belum melewati tarif batas atas.  Dia pun meminta kenaikan tarif dilakukan secara bertahap. Saat ini pihaknya membicarakan kondisi tarif tiket pesawat dengan maskapai.

‎”Kita secara umum apa yang dilakukan itu masih dibawah tarif batas atas.  Namun demikian, saya memang ajak mereka untuk secara bijaksana melalukan kenaikan,” tutur Budi.

Baca juga  Pemerintah Harus Antisipasi Lakalantas Mudik Lebaran 2017

Budi mengungkapkan, kenaikan tarif tidak bisa dihindari karena maskapai harus menambal biaya operasi yang naik.

Akan tetapi, dia menekankan kenaikan tarif tiket pesawat tidak terlalu tinggi sehingga tidak menimbulkan keresahan kepada masyarakat karena kenaikan tarif yang berlebih.

“Kalau ini terus terusan perang harga akan jadi masalah.  Jadi saya juga imbau masyarakat supaya juga memberikan toleransi, selain airline juga menaikkan jangan terlalu tinggi,” ujar dia. (lip)

COMMENTS